Back to top

The Reformation Herald Online Edition

Pergilah Ke Seluruh Dunia

JUMAT, 5 DESEMBER, 2025
PANGGILAN KITA YANG MULIA
Dihimpun dari tulisan-tulisan Ellen G. White

Panggilan untuk menempatkan semua di atas mezbah pelayanan datang kepada masing-masing kita. Kita semua tidak diminta untuk melayani seperti Elisa melayani, juga kita semua tidak diminta untuk menjual segala sesuatu yang kita punya; tapi Allah meminta kita untuk memberi pada pelayananNya tempat pertama dalam hidup kita, untuk membiarkan tiada hari berlalu tanpa berbuat sesuatu untuk memajukan pekerjaanNya di bumi. Dia tidak mengharapkan dari semua jenis pelayanan yang sama. Seseorang bisa dipanggil untuk pelayanan di ladang asing; orang lain bisa diminta untuk memberi dari hartanya untuk mendukung pekerjaan penginjilan. Allah menerima persembahan dari masing-masing. Adalah pengabdian kehidupan dan semua kepentingannya, yang diperlukan Mereka yang membuat pengabdian ini akan mendengar dan menuruti panggilan dari Surga.

Kepada setiap orang yang menjadi partisipan kasih karuniaNya, Tuhan menentukan satu pekerjaan untuk orang-orang lain. Secara perorangan kita harus berdiri dalam Nasib kita, berkata, “Di sinilah aku; utuslah aku.” Apakah seseorang menjadi pendeta Firman atau dokter, apakah dia menjadi pedagang atau petani, pekerja professional atau mekanik, tanggungjawab terletak padanya. Adalah pekerjaannya untuk menyatakan pada orang lain injil keselamatan mereka. Setiap usaha dimana dia terlibat harus menjadi alat untuk tujuan penginjilan ini.1

Bagaimana saya akan memulai?

Tak seorangpun perlu menunggu hingga dipanggil ke suatu ladang yang jauh sebelum memulai untuk menolong orang lain. Dimana saja kamu berada, kamu bisa segera memulai. Kesempatan-kesempatan ada dalam jangkauan setiap orang. Pikullah pekerjaan untuk mana kamu bertanggung jawab—pekerjaan yang harus dilakukan di rumahmu dan di tetanggamu. Jangan tunggu orang lain mendesakmu untuk bertindak. Dalam takut akan Allah, pergi maju tanpa bertangguh, sambil mengingat tanggungjawab pribadimu kepada Dia yang telah memberikan hidupNya untuk kamu. Bertindaklah seakan-akan kamu telah mendengar panggilan Kristus padamu secara pribadi untuk berbuat yang terbaik dalam pelayananNya. Jangan melihat untuk memandang siapa lagi yang siap. Jika kamu benar-benar telah mengabdi, Allah akan, melalui alatmu, membawa kebenaran kepada orang lain yang Dia bisa pakai sebagai saluran-saluran untuk menyampaikan terang kepada banyak orang yang meraba-raba dalam kegelapan.

Semua bisa melakukan sesuatu. Dalam Upaya untuk membebaskan diri mereka sendiri, Sebagian orang berkata, “Saya ada kewajiban di rumah tangga saya, anak-anak saya, menuntut waktu saya dan harta saya.” Para orang tua, anak-anakmu harus menjadi tangan penolongmu, untuk menambah kekuatanmu dan kemampuanmu untuk bekerja bagi Tuhan. Anak-anak adalah para anggota yang lebih muda dari keluarganya Tuhan. Mereka harus dipimpin untuk mengabdikan diri mereka pada Allah, yang memiliki mereka oleh penciptaan dan penebusan. Mereka harus diajar bahwa semua kekuatan tubuh, pikiran, dan jiwa mereka adalah milikNya. Mereka harus dididik untuk menolong dalam berbagai jenis pelayanan yang tak mementingkan diri. Jangan biarkan anak-anakmu menjadi penghalang-penghalangmu. Denganmu anak-anak harus berbagi beban rohani juga beban fisik Dengan menolong orang lain mereka menambah kegunaan dan kebahagiaan mereka sendiri.2

Adalah maksudnya Allah agar umatNya akan menjadi umat yang disucikan, dimurnikan, kudus, mengkomunikasikan terang pada semua orang di sekitar mereka. Adalah tujuanNya agar, dengan meneladani kebenaran dalam hidup mereka, mereka akan menjadi satu pujian di bumi. Kasih karunia Kristus adalah cukup untuk menghasilkan ini. Tapi biarlah umat Allah mengingat bahwa hanya sementara mereka percaya dan mengerjakan prinsip-prinsip injil dapatlah Dia membuat mereka satu pujian di bumi. Hanya sementara mereka menggunakan kemampuan mereka yang diberikan Allah dalam pelayananNya maka mereka akan menikmati kepenuhan dan kuasa dari janji dimana gereja telah dipanggil untuk berdiri. Jika mereka yang mengaku percaya pada Kristus sebagai Juruselamat mereka hnya menjangkau standard rendah dari ukuran duniawi, gereja gagal membawa panen limpah yang Allah harapkan. “Didapati berkekurangan” tertulis pada catatan mereka….

Murid-murid tidak menunggu orang-orang datang pada mereka. Mereka harus pergi pada orang-orang, berburu orang-orang berdosa seperti gembala memburu domba yang hilang. Kristus telah membuka dunia di depan mereka sebagai ladang pekerjaan mereka. Meeka harus pergi “ke seluruh dunia, dan kabarkan injil kepada setiap makhluk.” Markus 16:15. Mereka harus kabarkan tentang Juruselamat, tentang hidup pelayananNya yang tak mementingkan diri, kematianNya yang memalukan, kasihNya yang tiada taraNya, yang tak berubah. NamaNya harus menjadi semboyan mereka, ikatan persatuan mereka. Dalam namaNya mereka harus menaklukkan benteng-benteng dosa. Iman padaNya harus menandai mereka sebagai orang Kristen.

Memberikan murid-murid arahan selanjutnya, Kristus bersabda: “Kamu akan menerima kuasa, setelah Roh Kudus datang padamu; dan kamu akan menjadi saksi-saksiKu baik di Yerusalem, maupun di seluruh Yudea, dan di Samaria, dan hingga ujung bumi.” “Tapi kamu tinggal dulu di kota Yerusalem, sampai kamu dikaruniai dengan kuasa dari atas.” Kisah 1:8; Lukas 24:49.

Dalam penurutan kepada firman dari Tuhan mereka murid-murid berkumpul di Yerusalem untuk menunggu penggenapan janji Allah. Di sini mereka menghabiskan sepuluh hari, hari-hari penyelidikan hati mendalam. Mereka membuang semua perbedaan dan makin mendekat bersama dalam Persekutuan Kristen.

Pada akhir dari 10 hari Tuhan menggenapi janjiNya dengan pencurahan dahsyat RohNya. “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Kisah 2:2-4, 41.

“Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda i yang menyertainya.” Markus 16:20. Walau perlawanan ganas yang murid-murid hadapi, dalam waktu singkat injil kerajaan telah dinyaringkan semua bagian bumi yang dihuni.

Amanat yang diberikan pada murid-murid diberikan juga pada kita. Hari ini, seperti waktu itu, Juruselamat yang disalibkan dan telah bangkit harus diangkat di hadapan mereka yang tanpa Allah dan tanpa harapan di dunia. Tuhan memanggil para pendeta, para guru, dan para penginjil. Dari pintu ke pintu para pelayanNya harus memproklamasikan kabar keselamatan. Pada tiap bangsa, suku, bahasa, dan kaum kabar pengampunan melalui Kristus harus dibawakan.

Bukan dengan ucapan yang lemah, tak bernyawa ini pekabaran akan diberikan, tapi dengan ucapan-ucapan yang jelas, tegas, menggerakkan. Ratusan orang sedang menunggu amaran untuk luput demi hidup mereka. Dunia perlu melihat pada orang Kristen satu bukti dari kuasa KeKristenan. Bukan hanya di sedikit tempat, tapi di seluruh dunia, utusan-utusan Rahmat dibutuhkan. Dari tiap negara terdengar seruan: “Datanglah ke sini,…dan tolonglah kami.” Orang kaya dan miskin, tinggi dan rendah, sedang mencari terang. Kaum pria dan wanita sedang lapar bagi kebenaran sebagaimana kebenaran ada dalam Yesus. Ketika mereka mendengarkan injil dikabarkan dengan kuasa dari atas, mereka akan mengetahui bahwa jamuan terbuka bagi mereka, dan mereka akan menanggapi panggilan: “Datanglah, karena segala sesuatu sekarang siap.” Lukas 14:17.

Kata-kata “Pergilah kamu ke seluruh dunia, dan kabarkan injil kepada setiap makhluk’ (Markus 16:15) adalah diucapkan kepada setiap orang dari para pengikut Kristus. Semua yang diurapi untuk kehidupan Kristus adalah diurapi untuk bekerja demi keselamatan sesama mereka manusia. Kerinduan jiwa yang sama yang Dia telah rasakan untuk menyelamatkan yang hilang harus dinyatakan pada mereka. Tidak semua bisa memenuhi tempat yang sama, tapi untuk semua ada suatu tempat dan suatu pekerjaan. Semua pada siapa berkat-berkat Allah telah dikaruniakan harus menanggapi dengan pelayanan nyata; setiap pemberian harus digunakan untuk memajukan kerajaanNya.

Sebuah janji yang tak berubah

Kristus telah membuat persediaan penuh untuk tuntutan pekerjaan yang dipercayakan pada murid-murid, dan mengenakan pada diriNya tanggungjawab dari kesuksesan pekerjaan. Selama mereka menuruti firmanNya, dan bekerja berhubungan dengan Dia, mereka tak bisa gagal. Pergilah ke semua bangsa, Dia meminta mereka. Pergilah ke bagian terujung dari bumi yang bisa dihuni, tapi ketahuilah bahwa hadiratKu akan berada di sana. Bekerjalah dalam iman dan percaya, karena waktunya tak akan pernah datang ketika Aku akan meninggalkan kamu.

Kepada kita juga janji kehadiran tinggalnya Kristus diberikan. Berlalunya waktu tak mengerjakan perubahan dalam janji perpisahanNya. Dia dengan kita hari ini sepasti seperti Dia telah bersama murid-murid, dan Dia akan bersama kita “bahkan hingga akhir waktu.”

“Pergilah beritakan injil kepada semua bangsa,”Juruselamat berkata pada kita, “agar mereka bisa menjadi anak-anak Allah. Aku bersamamu dalam pekerjaan ini, mengajar, membimbing, menghibur, menguatkan, memberimu sukses dalam pekerjaanmu yang menyangkal diri dan berkorban. Aku akan menggerakan hati, meyakinkan mereka akan dosa, dan membalikkan mereka dari kegelapan menuju terang, dari tak patuh menuju kebenaran. Dalam terangKu merka akan melihat terang. Kamu akan menghadapi perlawanan dari agen-agen setan, tapi taruh percayamu padaKu, Aku tak akan pernah menjatuhkan kamu.”

Tidakkah kamu pikirkan bagaimana Kristus menilai mereka yang hidup sepenuhnya untuk Dia? Tidakkah kamu pikirkan bahwa Dia mengunjungi mereka yang, seperti Yohanes yang kekasih, yang demi kepentinganNya berada di tempat-tempat sulit dan menguji? Dia menemukan orang-orangNya yang setia, dan berkomunikasi dengan mereka, menyemangati dan menguatkan mereka. Dan para malaikat Allah, yang lebih kuat, dikirim oleh Allah untuk melayani manusia-manusiaNya para pekerjaNya yang sedang mengucapkan kebenaran kepada mereka yang tidak mengenalnya.

Kepada pendeta injil Allah telah memberikan pekerjaan menuntun kepada Kristus mereka yang tersesat dari jalan sempit. Dia harus bijaksana dan sungguh-sungguh dalam usaha-usahanya Pada akhir dari tiap tahun dia harus mampu melihat ke belakang dan melihat jiwa-jiwa yang diselamatkan sebagai hasil dari pekerjaannya. Sebagian dia harus selamatkan dengan takut, “selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa. Yudas 23. Dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya, Titus 1:9. Penugasannya Paulus kepada Timotius datang pada para pendeta hari ini: Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Timotius 4:1, 2.

Tapi tidak hanya pada mereka yang mengkhotbahkan firman yang Allah telah taruh tanggungjawab untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang berdosa. Dia telah memberikan pekerjaan ini kepada semua orang. Hati kita harus begitu dipenuhi dengan kasih Kristus sehingga kata-kata syukur terima kasih kita akan menghangatkan hati orang lain. Inilah pelayanan yang semua orang bisa lakukan, dan Tuhan menerima ini seperti dipersembahkan pada diriNya. Dia membuat ini berkhasiat, memberikan pada pekerja sungguh kasih karunia yang mendamaikan manusia pada Allah.

Semoga Tuhan menolong umatNya untuk menyadari bahwa ada pekerjaan sungguh untuk dilakukan. Semoga Dia menolong mereka untuk mengingat bahwa di dalam rumah tangga, di dalam gereja, dan di dunia mereka harus mengerjakan pekerjaan Kristus. Mereka tidak dibiarkan bekerja sendirian. Para malaikat adalah para penolong mereka. Dan Kristus adalah penolong mereka. Jadi biarlah mereka bekerja dengan setia dan tak kenal lelah. Pada waktunya mereka akan menuai jika mereka tidak lemah.3

Para penginjil mandiri-sukarela

Di banyak tempat para penginjil mandiri bisa bekerja dengan sukses. Adalah sebagai penginjil mandiri sehingga rasul Paulus telah bekerja dalam menyebarkan pengetahuan tentang Kristus ke seluruh dunia. Sementara tiap hari mengajar injil di kota-kota besar di Asia dan Eropa, dia bekerja sebagai tukang tenda/kemah untuk menopang dirinya sendiri dan teman-temannya. Kata-kata perpisahannya kepada tua-tua di Efesus, menunjukkan caranya bekerja, punya pelajaran berharga bagi setiap pekerja injil:

"Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan…Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;… Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Kisah 20:18-35.

Banyak orang hari ini, jika diilhami dengan roh pengorbanan diri yang sama, bisa melakukan pekerjaan yang baik dengan cara yang sama. Biarlah dua orang atau lebih memulai bersama dalam pekerjaan penginjilan. Hendaklah mereka mengunjungi orang-orang, berdoa, menyanyi, mengajar, menerangkan Alkitab, dan melayani orang sakit. Sebagian bisa menopang diri mereka sendiri sebagai penjual buku; yang lain-lain, seperti rasul, bisa bekerja pada suatu pertukangan atau dalam pekerjaan lain apapun. Sementara mereka maju terus dalam pekerjaan mereka, menyadari tak berdaya mereka, tapi dengan rendah hati bergantung pada Allah, mereka memperoleh satu pengalaman diberkati. Tuhan Yesus pergi di depan mereka, dan di antara orang kaya dan miskin mereka menemukan perkenan dan bantuan.

Mereka yang telah dilatih untuk pekerjaan penginjil Kesehatan di negara-negara asing harus dibernikan untuk pergi tanpa bertanggung dimana mereka diharapkan bekerja, dan memulai bekerja di antara banyak orang, mempelajari bahasa sementara mereka bekerja. Sangat segera mereka akan mampu mengajarkan kebenaran-kebenaran sederhana dari firman Allah.

Di seluruh dunia, utusan-utusan belas kasihan dibutuhkan. Ada panggilan bagi keluarga-keluarga Kristen untuk pergi ke Masyarakat-masyarakat yang ada dalam kegelapan dan kesalahan, untuk pergi ke ladang-ladang asing, untuk berkenalan dengan kebutuhan sesama mereka manusia, dan untuk bekerja dalam pekerjaan Tuhan. Jika keluarga-keluarga demikian mau tinggal di tempat-tempat gelap di bumi, tempat-tempat dimana banyak orang diselubungi dalam kemurungan rohani, dan membiarkan terang kehidupan Kristus bersinar melalui mereka, betapa satu pekerjaan mulia dapat diselesaikan.

Pekerjaan ini meminta pengorbanan diri. Sementara banyak orang menunggu agar setiap halangan disingkirkan, pekerjaan yang mereka bisa lakukan dibiarkan tak dilakukan, dan amat banyak orang sedang mati tanpa harapan dan tanpa Allah. Sebagian orang demi kepentingan keuntungan komersil, atau untuk memperoleh pengetahuan ilmiah, akan ambil resiko ke tempat-tempat yang belum mapan dan dengan gembira menanggung kesukaran dan pengorbanan; tapi betapa sedikit orang yang demi kepentingan sesama mereka manusia yang rela untuk memindahkan keluarga-keluarga mereka ke tempat-tempat yang membutuhkan injil.

Untuk menjangkau orang-orang, di mana saja mereka berada, dan apa saja posisi atau kondisi mereka, dan untuk menolong mereka dalam setiap cara yang memungkinkan—inilah pelayanan sejati Dengan Upaya demikian kamu bisa memenangkan hati dan membuka pintu masuk ke jiwa-jiwa yang sedang binasa.

Dalam semua pekerjaanmu ingatlah bahwa kamu terikat dengan Kristus, satu bagian dari rencana agung penebusan. Kasih Kristus, dalam aliran penyembuhan, yang memberi-hidup, harus mengalir melalui hidupmu. Sementara kamu berusaha menarik orang lain dalam lingkaran kasihNya, biarlah kesucian bahasamu, pelayananmu yang tak cinta diri, sikapmu yang gembira, menyaksikan kuasa kasih karuniaNya. Berikan pada dunia ini satu Gambaran tentang Dia yang begitu murni dan benar, sehingga orang-orang akan memandang Dia dalam keindahanNya.

Adalah sedikit berguna untuk mencoba membaharui orang lain dengan menyerang apa yang kita bisa anggap sebagai kebiasaan-kebiasaan yang salah. Upaya demikian sering menghasilkan lebih merusak daripada lebih baik. Dalam percakapanNya dengan Perempuan Samaria, alih-alih meremehkan sumur Yakub, Kristus menyampaikan sesuatu yang lebih baik. “"Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Yohanes 4:10. Dia mengalihkan pembicaraan kepada harta yang Dia akan berikan, menawarkan pada Perempuan ini sesuatu yang lebih baik daripada yang dia punya, yaitu air hidup, sukacita dan harapan injil.

Inilah ilustrasi tentang cara dimana kita harus bekerja. Kita mesti menawarkan pada orang-orang sesuatu yang lebih baik daripada yang mereka punya, yaitu damai dari Kristus, yang melampaui semua pengertian. Kita mesti mengatakan pada mereka tentang hukum Allah yang suci, Salinan karakterNya, dan ekspresi dari apa yang Dia ingin mereka menjadi. Tunjukkan pada mereka betapa 8 jauh lebih unggul secara abadi dibandingkan dengan sukacita fana dan kepelesiran dunia itu kemuliaan surga yang tak bisa binasa. Katakan pada mereka tentang kemerdekaan dan ketenangan yang ditemukan pada Juruselamat. “Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Yohanes 4:14.

Angkat Yesus, serukan, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang memikul dosa dunia!” Yohanes 1:29 ARV. Dia saja yang bisa memuaskan kerinduan hati dan memberi damai pada jiwa.

Dari semua umat di dunia ini, para pembaharu harus menjadi yang paling tidak mementingkan diri, paling ramah, paling sopan. Dalam hidup mereka harus terlihat kebaikan sejati dari perbuatan-perbuatan yang tidak mementingkan diri. Pekerja yang menyatakan sikap yang kurang sopan, yang menunjukkan sikap tak sabaran pada ketidaktahuan atau kesesatan orang lain, yang berbicara terburu nafsu atau bertindak secara ceroboh, bisa menutup pintu hati sehinga dia tak pernah bisa menjangkau orang lain.

Seperti embun dan hujan lembut turun pada tanaman yang mongering, begitu juga hendaklah kata-kata turun dengan lembut ketika berupaya memenangkan orang-orang dari kesalahan. Rencana Tuhan adalah pertama menjangkau hati Kita harus mengucapkan kebenaran dalam kasih, percaya pada Dia untuk memberi kuasa untuk membaharui kehidupan. Roh Kudus akan menerapkan pada jiwa kata-kata yang diucapkan dalam kasih.

Secara alamiah kita memusatkan pada diri kita dan merasa pendapat kita benar. Tapi ketika kita belajar pelajaran yang Kristus rindu ajarkan pada kita, kita menjadi partisipan sifatNya; dengan demikian kita menghidupkan kehidupanNya. Teladan indah dari Kristus, kelembutan tiada taranya dengan mana Dia memasuki perasaan orang lain, menangis dengan mereka yang menangis, bergembira dengan mereka yang bergembira, mesti punya pengaruh mendalam pada karakter dari semua orang yang mengikutiNya secara tulus. Dengan kata-kata dan Tindakan yang ramah mereka akan mencoba untuk membuat jalan yang gampang bagi kaki yang Lelah.4

Referensi:
1 Prophets and Kings, hal 221, 222.
2 The Review and Herald, 29 Juli, 1902.
3 Testimonies for the Church, vol. 8, pp. 14-18.
4 The Ministry of Healing, pp. 154-157.