Pergilah Ke Seluruh Dunia

“Rumah tangga-rumah tangga kita mesti menjadi satu Bethel, hati kita menjadi tempat suci. Dimana saja kasih Allah dihargai dalam jiwa, di sana akan ada damai Sejahtera, terang dan sukacita. Yesus ingin melihat perkawinan-perkawinan yang Bahagia, perapian-perapian yang Bahagia.” 1
Pada tahun 1800-an, dalam konteks Amerika, perapian adalah wajah pusat dari kehidupan rumah tangga, khususnya pada zaman sebelum pemanas modern atau pemanas Listrik. Perapian adalah tempat dimana keluarga berkumpul demi kehangatan, terang, dan koneksi/hubungan. Sister White menggunakan ekspresi “di perapian” untuk menegaskan keterlibatan pribadi, hubungan, dan rohani dalam suasana sehingga audiensinya akan segera mengenalinya sebagai familiar dan bermakna. Jadi, baginya, kita bisa berkata, “di perapian” bukanlah hanya Lokasi fisik; ia adalah satu lambang kedekatan, percaya, dan kesempatan untuk mempengaruhi supaya menginstruksikan mereka yang dalam rumah tangga untuk menghidupkan terang yang Allah telah berikan pada umatNya dan berbagi terang pada setiap orang di dunia ini. Sekarang, mengingat ini, marilah kita mempertimbangkan topik kita hari ini dan belajar dari berbagai pelajaran yang kita dapat dari firman Allah dan pena Inspiraasi.
Selama masa kanak-kanak saya, walaupun kota saya adalah tempat dingin kebanyakan sepanjang tahun, kita tidak punya perapian demikian. Tapi saya ingat bahwa rumah kami adalah satu tempat dimana kita akan berkumpul bersama seakan-akan kita ada “di perapian” selama waktu ibadah dan kesempatan-kesempatan lain dan menghabiskan beberapa waktu memuji Tuhan dan mempelajari firmanNya. Mama bisa berbagi pada kita pelajaran-pelajaran penting kehidupan yang saya masih ingat dengan kasih. Dia akan mengikuti instruksi yang ditemukan dalam Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Saya bisa dengan jelas melihat dalam pengalaman pribadi saya bahwa pelajaran-pelajaran itu adalah sangat penting dalam menolong saya membuat Keputusan-keputusan yang akan menentukan apakah saya akan mengikuti Tuhan atau tidak. Puji Tuhan atas firmanNya dan janji-janji yang ditemukan dalam firmanNya.
“Pada masa kanak-kanak dan masa muda karakter itu paling bisa dikesankan. Kuasa pengendalian diri harus diperoleh pada masa itu. Di perapian dan di meja makan keluarga, pengaruh-pengaruh disebarkan yang hasil-hasilnya bertahan hingga kekekalan. Lebih daripada pemberian alami apapun, kebiasaan-kebiasaan yang telah dibentuk pada tahun-tahun awal menentukan apakah seseorang akan menang atau kalah dalam peperangan kehidupan.”2
Kita mendengarkan tentang Abraham, imannya, kekeliruan-kekeliruannya tapi juga pekerjaan yang dia lakukan pada para anggota keluarganya—dan itu meliputi banyak orang yang bekerja padanya, para pelayannya hamba-hambanya. Dia menerima janji dari Allah: “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum keluarga di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 12:3). Kenapa semua kaum keluarga di muka bumi akan mendapat berkat oleh dia? Karena melalui hubungannya dengan Kristus, dia memberikan teladan dalam menuruti suara Allah, seperti kita baca dalam Kejadian 26:5, “Karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Bukan hanya itu, tapi dia akan mengajar dan menginstruksikan keluarganya dalam cara-cara Tuhan yang bersaksi, “Sebab Aku telah mengenal dan memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya." (Kejadian 18:19). Meski demikian, dia tidak sendirian dalam usaha ini. Sarah, istrinya, bersamanya dan mereka berdua melakukan pekerjaan sangat baik “di perapian” karena mereka dengan teliti menginstruksikan setiap orang dalam rumah tangga mereka sementara mereka berjalan menuju tanah perjanjian: “Di antara orang-orang ini banyak yang dipimpin oleh pertimbangan yang lebih tinggi daripada pelayanan dan kepentingan diri. Selama tinggalnya mereka di Haran, baik Abraham maupun Sarah telah memimpin orang-orang lain pada penyembahan dan pelayanan pada Allah yang benar. Orang-orang ini melekatkan diri mereka sendiri pada rumah tangga bapa Abraham dan menemaninya ke tanah perjanjian.”3 Dari pengalaman Abraham dan Sarah dalam bekerja bersama untuk kerajaan Allah, adalah jelas terbukti bahwa baik bapak/ayah maupun ibu memainkan peranan penting dalam mendidik rumah tangga mereka dalam cara-cara Tuhan.
Dalam pelayanan saya, pada berbagai kesempatan, sementara mengunjungi keluarga-keluarga, saya telah berpartisipasi dalam waktu-waktu ibadah dengan mereka “di perapian”. Adalah indah untuk mengamati kerajinan dan Upaya-upaya yang para orang tua buat agar punya waktu penting ini sebagai keluarga. Adalah satu berkat untuk berdoa, menyanyi memuji Tuhan, dan membaca bersama, menentukan satu waktu khusus untuk datang bersama untuk menyembah Tuhan kita dan punya percakapan mendalam tentang hal-hal rohani. Jadi mereka sedang memenuhi kewajiban mereka untuk mengangkat panji Imanuel yang berlumuran darah terhadap anak panah musuh. Penting untuk mengingat bahwa keluarga adalah ladang penginjilan terbaik.
“Para orang tua harus bicarakan pada anak-anak kecil mereka tentang Yesus, dan rencana keselamatan. Mereka harus merangkai pelajaran berharga kehidupan dan karakter Kristus dalam pikiran anak-anak mereka sehingga mereka bisa menjadi para pengikut Kristus dan pewaris hidup yang kekal. Ada banyak bicara tentang pekerjaan penginjilan asing, tapi pekerjaan penginjilan di rumah tangga sendiri dilalaikan. Ladang misi 10 penginjilan terbesar adalah tepat di perapian saudara dan ada kebutuhan besar bagi para bapa dan ibu di Israel. Ketika para orang tua mulai menyadari tanggung jawab besar yang terletak pada mereka, mereka akan memikul pekerjaan penginjilan di rumah tangga, dan melatih anak-anak mereka untuk surga. Mereka akan memberi anak- anak kecil mereka petunjuk demi petunjuk, dan teladan demi teladan.”4 “Pekerjaan kita untuk Kristus harus dimulai dengan keluarga di rumah tangga kita. Pendidikan anak muda harus berbeda dari apa yang telah diberikan di masa lalu. Kesejahteraan mereka meminta pekerjaan yang jauh lebih banyak daripada yang pernah diberikan pada mereka. Tiada ladang penginjilan yang lebih penting dari pada ladang penginjilan rumah tangga. Dengan petunjuk dan teladan para orang tua harus mengajar anak-anak mereka untuk bekerja bagi yang belum bertobat. Anak-anak harus sangat dididik sehingga mereka akan bersimpati pada kaum lansia dan yang menderita dan akan berupaya meringankan penderitaan dari kaum miskin dan tertekan. Mereka harus diajar supaya rajin dalam pekerjaan penginjilan; dari tahun-tahun terawal penyangkalan diri dan pengorbanan demi kebaikan orang lain dan kemajuan pekerjaan Kristus harus ditanamkan, agar mereka bisa menjadi para pekerja bersama Allah.
“Tapi jika mereka pernah belajar untuk melakukan pekerjaan penginjilan tulen bagi orang lain, mereka mesti pertama belajar untuk bekerja bagi orang-orang di rumah tangga, yang punya hak alami untuk tugas mereka mengasihi. Tiap anak harus dididik untuk memikul beban pelayanan yang sepadan di rumah tangga. Dia harus jangan pernah malu untuk menggunakan tangannya dalam mengangkat beban-beban di rumah tangga atau menjalankan kakinya dalam tugas-tugas di rumah tangga. Sementara terlibat demikian, dia tidak akan mausk di jalan-jalan kelalaian dan dosa. Betapa banyak jam-jam diboroskan oleh anak-anak dan anak muda yang dapat dihabiskan dalam menguatkan bahu muda mereka yang kuat, dan membantu mengangkat meringankan, tanggungjawab keluarga yang seseorang mesti pikul, dengan demikian menunjukkan perhatian kasih pada bapak dan ibu. Mereka juga harus berakar dalam prinsip-prinsip pembaruan Kesehatan sejati dan perawatan tubuh mereka sendiri.”5
Namun, “oleh banyak orang ladang rumah tangga ini diabaikan secara memalukan, dan inilah waktunya agar sumber daya ilahi dan obat ilahi disampaikan, agar keadaan jahat ini dapat diperbaiki. Apa alasan dari yang mengaku para pengikut Kristus bisa sampaikan karena lalai melatih anak-anak mereka untuk bekerja bagi Dia?”6
Para orang tua yang kekasih, di rumah tangga, anak mud akita perlu perhatian khusus karena kita melihat kejahatan-kejahatan di dunia terus bertambah. “Raksasa jahat dari tak bertarak sedang melakukan pekerjaannya yang amat merusak di negeri kita. Setan punya agen-agennya di setiap tempat, yang adalah alat-alat di tangannya, untuk menggoda dan membinasakan anak-anak mud akita. Tidak akankah suara amaran/peringatan terdengar dari perapian kita sendiri? Tidak akankah kita, dengan petunjuk dan teladan, memimpin anak-anak mud akita untuk merindukan pencapaian mulia, tujuan mulia dan maksud-maksud suci? Pekerjaan ini bukan pekerjaan ringan atau pekerjaan kecil; tapi inilah satu pekerjaan yang akan terbayar. Satu anak muda yang telah diinstruksikan oleh pelatihan yang benar di rumah tangga, akan membawa kayu-kayu kokoh dalam Pembangunan karakternya, dan oleh teladannya dan hidupnya, jika kekuatannya digunakan dengan benar, dia akan menjadi kekuatan di dunia kita untuk memimpin orang lain ke atas dan maju terus di jalan kebenaran. Keselamatan satu jiwa adalah keselamatan banyak jiwa.” 7
Dalam buku Evangelism, contohnya, utusan Tuhan membuat permohonan: “Kepada semua yang sedang bekerja dengan Kristus saya mau berktata, Di mana saja kamu bisa memperoleh jalan masuk kepada orang-orang di perapian, gunakan kesempatanmu. Bawa Alkitabmu, dan buka di hadapan mereka kebenaran-kebenaran besarnya.”8 Di sini, dalam bekerja bagi Tuhan, kita didesak untuk bertemu orang-orang dimana mereka nyaman, di rumah mereka, dan gunakan ruang kedekatan itu untuk berbagi iman. Gambaran perapian berarti interaksi pribadi, yang rileks, yang berbeda dengan khotbah formal atau debat-debat di muka umum. Pendekatan dari hati ke hati diberanikan dalam menyebarkan pesan Tuhan, yang mana mendukung penegasan yang lebih luas mengenai KeKristenan praktis dan pelayanan pribadi.
Satu lagi permohonan penting pada kita yang terlibat dalam kependetaan dan pekerjaan Alkitab, “Saudara-saudaraku dalam kependetaan, bukalah pintumu bagi anak-anak muda yang terpapar godaan. Datang dekat pada mereka oleh usaha pribadi. Kejahatan mengundang mereka di mana-mana. Berupaya untuk menarik perhatian mereka pada apa yang akan menolong mereka untuk menghidupkan kehidupan yang lebih mulia. Jangan menjauhkan dirimu sendiri dari anak-anak muda. Bawa mereka ke perapianmu; undang mereka untuk bergabung denganmu di sekitar mezbah keluargamu. Marilah kita ingat tuntutan dari Allah pada kita untuk membuat jalan ke surga cemerlang dan menarik/atraktif.”9
“Saya melihat bahwa para pendeta yang bekerja dalam firman dan ajaran punya satu pekerjaan besar di hadapan mereka, dan satu tanggung jawab berat terletak pada mereka. Saya melihat bahwa ketika mereka bekerja mereka tidak datang cukup dekat pada hati jiwa-jiwa. Pekerjaan mereka terlalu umum, dan sering terlalu tersebar. Pekerjaan mereka mesti dipusatkan pada justru orang-orang yang mereka sedang kerjakan. Ketika mereka berkhotbah di mimbar, pekerjaan mereka baru saja dimulai. Mereka kemudian mesti menghidupkan khotbah mereka, selalu menjaga diri mereka, agar mereka tidak membawa celaan pada pekerjaan Allah. Mereka harus menggambarkan oleh teladan kehidupan Kristus. 1 Korintus 3:9. “Karena kami adalah kawan sekerja Allah.” 2 Korintus 6:1. “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.” Pekerjaan pendeta tidak selesai ketika dia meninggalkan mimbar. Dia kemudian tak boleh melemparkan beban dan menduduki pikirannya dengan bacaan atau tulisan, kecuali itu benar-benar diperlukan; tapi harus menindaklanjuti pekerjaannya di muka umum dengan usaha-usaha pribadi—bekerja secara pribadi bagi jiwa-jiwa di mana saja kesempatan muncul—bercakap-cakap di sekitar perapian, memohon dan menasehati jiwa-jiwa demi kepentingan Kristus untuk berdamai dengan Allah/Bapa. Pekerjaan kita di sini akan segera berakhir, ‘dan tiap orang akan menerima hadiahnya masing-masing sesuai dengan pekerjaannya sendiri.’”10
“Adalah upaya di perapian ini, pekerjaan di rumah tangga ini, yang disertai dengan tanda sukses. Coba ini, saudara-saudara dalam kependetaan. Sebagian dari para pendeta kita tidak mengasihi jenis pekerjaan ini. Mereka menghindarinya. Ada salib yang terlampir pada Upaya pribadi demikian, tapi inilah pekerjaan yang umat mesti punya jika mereka merangkul kebenaran yang tak popular. Dalam kontak dekat ini dengan jiwa-jiwa yang berada dalam kegelapan, terang kita bisa bersinar lebih berhasil, secara langsung pada kegelapan, dan mereka akan melihat melalui kelakuan kita, percakapan kita, sikap khidmat kita namun gembira, sikap sopan santun kita, bahwa kasih karunia Allah bersama kita, dan bahwa damai Sejahtera surga idbawa dalam rumah mereka. Mereka akan terpesona dengan kebenaran yang disertai dengan hasil-hasil yang diberkati demikian.”11
Kutipan berikut adalah bagian dari kutipan yang disampaikan pada para pendeta yang berkumpul di kapasitas General Conference di Battle Creek, Michigan, pada pertemuan pagi mereka yang diadakan pada 9 November, 1883: ‘Betapa satu kepercayaan suci yang Allah telah percayakan pada kita dalam membuat kita menjadi para pelayannya untuk membantu dalam pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa. Dia telah mempercayakan kita dengan kebenaran-kebenaran agung, satu pesan paling khidmat, yang menguji dunia. Kewajiban kita bukan hanya berkhotbah, tapi untuk melayani, untuk datang dekat dengan hati jiwa-jiwa, untuk mengerahkan Upaya-upaya pribadi di perapian. Kita harus menggunakan talenta-talenta yang telah dipercayakan pada kita dengan kecakapan dan hikmat, agr kita dapat menyampaikan terang kebenaran berharga dalam cara yang paling menyenangkan, dengan cara terbaik yang diperhitungkan untuk memenangkan jiwa-jiwa.”12
Tuhan Yesus memberi umatNya satu amanat yang harus segera dituruti. Kita baca dalam Matius 28:19, 20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Amin. Adalah kesempatan kita untuk mendengarkan dan melakukan kata-kata ini. “Bukanlah maksud Allah sehingga para pendeta harus dibiarkan melakukan bagian terbesar dari pekerjaan menabur benih kebenaran. Orang-orang yang tidak dipanggil untuk pendeta injil harus diberanikan untuk bekerja bagi Tuhan sesuai dengan berbagai kemampuan mereka. Ratusan kaum pria dan wanita yang sekarang bermalas-malasan bisa melakukan pelayanan yang berkenan. Dengan membawa kebenaran ke dalam rumah-rumah tetangga mereka dan teman-teman mereka, mereka bisa melakukan pekerjaan besar untuk Tuhan. Allah tidak pandang bulu. Dia akan menggunakan orang-orang Kristen yang rendah hati, yang mengabdi yang punya kasih pada kebenaran di hati mereka. Biarlah orang-orang demikian terlibat dalam pelayanan bagiNya dengan melakukan pekerjaan dari rumah ke rumah. Duduk di dekat perapian, orang-orang demikian—jika rendah hati, bijaksana, dan saleh—bisa berbuat lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan nyata keluarga daripada yang dapat dilakukan seorang pendeta.”13 Bagi setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan penting ini perapian menjadi panggung alami untuk berbagi injil dan pelajaran-pelajaran mengenai keluarga, iman, dan jangkauan. “Penyampaian kebenaran, dalam kasih dan 12 kesederhanaan, dari rumah ke rumah, adalah harmonis dengan instruksi yang Kristus berikan pada murid- muridNya ketika Dia mengutus merka pada perjalanan penginjilan mereka yang pertama. Dengan lagu-lagu pujian, dengan doa yang rendah hati, sepenuh hati, banyak orang akan dijangkau. Pekerja ilahi akan hadir untuk mengirimkan keyakinan pada hati jiwa-jiwa. “Aku bersamamu selalu,” adalah janjiNya. Dengan jaminan kehadiran tinggalnya penolong demikian, kita bisa bekerja dengan iman dan harapan dan semangat.”14 Jadi, apa saudara ingin dipakai oleh Allah sebagai alat yang rendah hati dalam memimpin orang-orang lain ke kaki salib?
“Salah satu cara yang paling berhasil dimana terang dapat dikomunikasikan adalah dengan Upaya pribadi privat. Dalam lingkungan rumah tangga, di perapian tetanggamu, di samping Kasur orang sakit, dengan cara tenang kamu bisa membacakan Alkitab dan mengucapkan sepatah kata tentang Yesus dan kebenaran. Jadi kamu bisa menabur benih berharga yang akan bersemi dan menghasilkan buah.”15
Sementara kita telah pelajari hari ini, ada pekerjaan penting untuk dilakukan “di perapian,’ apakah di perapian kita sendiri atau di perapian orang lain. Sebagai satu gereja, kita perlu mengerti bahwa pekerjaan rohani tidak terbatas di gereja—yang paling efektif/berhasil di tiap hari, adalah saat-saat pribadi. Perapian, dalam pengertian ini, adalah tempat utama untuk membangun hubungan dan menanam benih-benih iman dan kebenaran yang menjauh dari kekakuan bentuk-bentuk formal. Keluarga Gerakan Pembaharuan yang kekasih, marilah kita meminta Tuhan untuk membuka pikiran kita dan hati kita untuk menerima pesan ini dan membawa pulang permohonan berikut yang Dia punya untuk saudara dan untuk saya sementara kita menutup topik ini.
“Tuhan akan memeriksa penggunaan yang kita telah buat atas talenta-talenta yang Dia telah percayakan pada kita. Dia telah membayar upah dengan darahNya sendiri dan penyangkalan diriNya sendiri dan pengorbanan dan penderitaanNya, untuk mengamankan pelayanan sukarela dari setiap jiwa sebagai pekerja bersama Allah. Jika semua hanya merasakan tanggungjawab mereka pada Allah dengan secara bijaksana menggunakan pemberian talenta yang dipercayakan, betapa satu keuntungan akan dibawa pada Allah melalui Yesus Kristus? Satu talenta bisa dan akan bertambah oleh penggunaan. Yang dianggap pemberian paling kecil, pelayanan paling sederhana, bisa menjangkau pikiran dan mempengaruhi hati jiwa-jiwa yang mereka yang punya talenta-talenta yang lebih besar tak bisa jangkau. Sekarang, sekarang, sekaranglah waktunya kita yang paling menguntungkan untuk bekerja. Kunjungan pribadi adalah bernilai besar. Dalam kasih pada Yesus Kristus dan kasih bagi jiwa-jiwa manusia kebenaran harus dibawa kepada tiap keluarga, dibicarakan di tiap perapian sehingga memungkinkan kamu untuk mendapat jalan masuk ke….Ingat bahwa Roh Kudus adalah pekerja. Agen manusia yang sedang bekerja bagi Allah tidak bekerja sendirian…
“Tekunlah bekerja, dalam kelembutan, dalam belas kasihan, dalam doa, dan kasih akan berbuat lebih banyak daripada khotbah-khotbah. Tuhan Yesus, dalam memberikan hidupNya untuk menyelamatkan dunia dari kutuk dosa, bermaksud hal-hal yang lebih besar daripada yang mata kita telah pernah saksikan. Roh Kudus sedang menunggu saluran-saluran melalui siapa untuk bekerja…. Setan tidak akan selalu menang. Roh Allah akan dicurahkan pada gereja tepat segera setelah bejana-bejana siap untuk menerimanya.”16
Semoga Tuhan memberkati kita dengan limpah dan menolong kita melakukan pekerjaan ini di perapian, Amin!