Mengatasi Masalah Sikap Kita AYAT HAFALAN: “Karena itu tunduklah kepada Allah/Bapa, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yakobus 4:7).
Bacaan Dianjurkan:
Testimonies for the Church, vol. 3, pp. 39–47.
“Kasih bagi kebenaran yang suci, yang menguduskan, kasih bagi Penebus kekasih, akan meringankan pekerjaan mengatasi masalah sikap kita.”—Testimonies for the Church, vol. 4, p. 38.
1. ADIL SECARA TIDAK MEMENTINGKAN DIRI Minggu 1 Desember
a. Sebutkan dua mutu terakhir yang disebutkan dalam daftar hikmat kelahiran-Surgawi. Yakobus 3:17 (bagian akhir).“Rasul Yudas bersabda: ‘Sebagian punya belas kasihan, membuat perbedaan.’ Perbedaan ini jangan dilakukan dalam roh favoritisme. Tiada wajah harus diberikan kepada roh yang bermakna: ‘Kalau kamu menyukaiku, aku akan menyukaimu.’ Kebijakan duniawi ini, yang tak suci, yang tak menyenangkan Tuhan. Ia memberikan kesukaan dan hormat demi keuntungan. Ia menunjukkan pilih kasih pada orang-orang tertentu, mengharapkan untuk mendapat keuntungan melalui mereka. Ini mencari kemauan baik mereka melalui pemanjaan, agar kita dapat dipandang dalam perkiraan yang lebih besar daripada orang lain sepenuhnya selayak seperti diri kita sendiri.”—Testimonies for the Church, vol. 4, pp. 221, 222.“Tuhan tak senang dengan pekerjaan malas dan lambat yang dilakukan di gereja-gereja ini. Dia mengharapkan para pelayanNya benar dan setia dalam memberikan teguran dan koreksi. Mereka harus mengusir kesalahan dengan mengikuti aturan yang Tuhan telah berikan dalam FirmanNya, bukan mengikuti ide mereka sendiri dan dorongan perasaan mereka sendiri. Tiada cara-cara kasar mesti digunakan, tiada pekerjaan tak adil, terburu-buru, impulsive/ceroboh yang dilakukan. Upaya-upaya yang dibuat untuk membersihkan gereja dari kecemaran moral mesti dibuat dalam caranya Tuhan. Mesti tiada pilih kasih, tiada kemunafikan. Mesti tiada yang difavoritkan, yang dosa-dosanya dianggap lebih kurang berdosa daripada dosa orang-orang lain. Oh, betapa banyak kita semua perlu baptisan Roh Kudus. Kemudian kita akan selalu bekerja dengan pikiran Kristus, dengan keramahan, belas kasihan, dan simpati, menunjukkan kasih bagi orang berdosa sementara membenci dosa dengan kebencian sempurna.”—The Ellen G. White 1888 Materials, p. 144. 52
2. DENGAN BENAR MENGGAMBARKAN/MEWAKILI KRISTUS Senin 2 Desember
a. Hanya dengan bagaimanakah Kristus bisa secara wajar digambarkan dalam pembicaraan kita? Yakobus 3:18.“Bisa jadi dengan bibir kita mengakui Kristus namun dalam perbuatan kita menyangkal Dia. Buah-buah Roh yang dinyatakan dalam kehidupan adalah pengakuan padaNya. Jika kita telah meninggalkan semua demi Kristus, hidup kita akan rendah hati, percakapan kita surgawi, kelakuan kita tanpa noda. Pengaruh kebenaran yang penuh kuasa, menyucikan dalam jiwa, dan karakter Kristus yang diteladani dalam kehidupan, adalah pengakuan padaNya. Jika kata-kata hidup kekal ditabur dalam hati kita, buahnya adalah kebenaran dan damai sejahtera. Kita bisa menyangkal Kristus dalam hidup kita oleh memanjakan suka gampang atau cinta diri, dengan bergurau dan bercanda, dan oleh mencari kehormatan duniawi. Kita bisa menyangkal Dia dalam penampilan lahiriah kita oleh mengikuti pakaian duniawi, oleh pakaian mewah atau pandangan sombong. Hanya oleh terus berjaga dan tekun dan doa yang hampir tiada henti akanlah kita mampu menunjukkan dalam hidup kita karakter Kristus atau pengaruh yang menyucikan dari kebenaran. Banyak orang mengusir Kristus dari keluarga mereka oleh roh tak sabaran, nafsu amarah, Orang-orang demikian punya sesuatu untuk diatasi dalam hal ini. Testimonies for the Church, vol. 1, pp. 303, 304.b. Apa kecondongan-kecondongan manusia biasa yang menyebar dalam kehidupan sehari-hari yang benar-benar perlu diatasi—dan kenapa? Yakobus 4:1–3.“Adalah hal menyedihkan untuk menjadi tak puas dengan sekeliling kita atau dengan keadaan-keadaan yang telah menempatkan kita dimana kewajiban kita kelihatan sederhana dan tak penting. Kewajiban-kewajiban pribadi dan sederhana tidak menyenangkan kamu; kamu gelisah, kuatir, dan merasa tak puas. Semua ini bersemi dari cinta diri. . . .“Orang-orang yang mengaku orang Kristen yang terus merengek dan mengeluh/bersungut, dan yang kelihatannya memikirkan kebahagiaan dan wajah gembira adalah satu dosa, tidak punya dan tak menyandang agama tulen.”—Ibid., vol. 3, p. 334.“Sekiranya saya menyantap porsi ganda sekarang dan kemudian, karena rasanya enak, bagaimana saya bisa berlutut dan minta Tuhan untuk menolong saya dalam pekerjaan saya untuk menulis, ketika saya tak bisa mendapatkan ide karena kegelojohan saya? Dapatkah saya minta Tuhan untuk merawat beban tak masuk akal di perut saya? Itu akan tidak menghormati Dia. Itu akan meminta untuk mengkonsumsi nafsu saya. Sekarang saya makan hanya apa yang saya pikir benar, dan kemudian saya bisa minta Dia untuk memberi saya kekuatan untuk melakukan pekerjaan yang Dia telah berikan pada saya untuk dilakukan.”—Ibid., pp. 373, 374.“Ketika agama Kristus bertahta dalam hati, hati nurani setuju, dan damai sejahtera dan kebahagiaan bertahta; maka kebingungan dan kesukaran bisa mengelilingi, namun ada terang dalam jiwa.”—Ibid.,vol.4,p.47.
3. LUPUT DARI JERAT-JERAT BIASA Selasa 3 Desember
a. Apa prinsip kunci yang vital dalam hubungan nyata dengan Kristus, yang beda dengan hanya iman dangkal cuma nama saja? Yakobus 4:4.“Mereka yang memulai kehidupan orang Kristen dengan menjadi setengah hati dan setengah hati, akhirnya akan ditemukan terdaftar di pihak musuh, apapun bisa jadi niat-niat pertama mereka. Dan untuk menjadi orang murtad, pengkhianat pada pekerjaan Tuhan, adalah lebih serius daripada kematian; karena itu berarti kehilangan hidup kekal.“Kaum pria dan wanita yang berpikiran ganda dan ragu-ragu adalah sekutu-sekutu Setan yang terbaik. Apapun pendapat menguntungkan yang mereka bisa punya tentang diri mereka sendiri, mereka adalah orang-orang yang pura-pura. Semua yang setia kepada Tuhan dan kebenaran mesti berdiri teguh demi kebenaran karena itu benar. Untuk memikul kuk bersama mereka yang tidak mengabdi, dan namun setia kepada kebenaran, hanyalah mustahil. Kita tak bisa bersatu dengan mereka yang sedang melayani diri mereka sendiri, yang sedang mengerjakan rencana-rencana duniawi, dan tidak kehilangan hubungan kita dengan Penasehat surgawi. Kita bisa memulihkan diri kita sendiri dari jerat musuh, tapi kita memar dan terluka, dan pengalaman kita dikerdilkan.”—The Review and Herald, April 19, 1898.b. Mengapa kita mesti secara tegas mencabut tiap satu kecondongan untuk iri hati? Yakobus 4:5, 6.“Satu cacat besar dalam karakter Saul adalah suka dipuja-puji. Sifat ini punya pengaruh yang mengendalikan pemikirannya dan tindakannya; segala sesuatu ditandai oleh kerinduannya bagi pujian dan puji-diri. Standardnya akan kebenaran dan kesalahan adalah standard rendah dari pujian populer. Tiada manusia yang aman yang hidup agar dia bisa menyenangkan manusia, dan tidak mencari pertama bagi perkenan Tuhan.”—Patriarchs and Prophets, p. 650.“Adalah iri hati yang membuat Saul menderita dan menempatkan warga sederhana dari tahtanya dalam bahaya. Betapa kerusakan tak terkatakan dari sifat karakter jahat ini telah bekerja di dunia kita! Kebencian yang sama yang ada dalam hati Saul yang telah menggerakkan hati Kain terhadap Habel saudaranya, karena pekerjaan-pekerjaan Habel adalah benar, dan pekerjaan-pekerjaannya sendiri adalah jahat, dan Tuhan tidak bisa memberkati dia. Iri hati adalah turunan dari kesombongan, dan jika dimanjakan dalam hati, ia akan memimpin kepada kebencian, dan akhirnya kepada balas dendam dan pembunuhan.”—Ibid., p. 651.“Kepatuhan, kasih, dan syukur pada Tuhan memelihara kegembiraan dalam hati, walau harimu pernah begitu berkabut. Penyangkalan diri dan salib Kristus ada di depan kamu. Maukah kamu pikul salib?”—Testimonies for the Church, vol. 4, p. 47. 54
4. FOKUS DAN PATUH/TUNDUK Rabu 4 Desember
a. Apa factor penting yang memberi kita kemenangan asli, yang bertahan dalam Kristus? Yakobus 4:7.“Sebagian merasakan kebutuhan mereka bagi penebusan dosa, dan dengan pengakuan pada kebutuhan ini, dan kerinduan bagi perubahan hati, pergumulan dimulai. Untuk menyangkal kehendak mereka sendiri, mungkin obyek-obyek kecintaan atau pengejaran pilihan mereka sendiri, meminta daya upaya, dimana banyak orang ragu-ragu dan bimbang dan mundur. Namun peperangan ini mesti diperjuangkan oleh tiap hati yang benar-benar bertobat. Kita mesti berperang melawan godaan-godaan dari luar dan dari dalam. Kita mesti memperoleh kemenangan atas diri, menyalibkan kecintaan dan nafsu-nafsu, dan kemudian memulai persatuan jiwa dengan Kristus. Seperti cabang yang kering dan kelihatannya mati dicangkokkan dalam pohon yang hidup, begitu juga kita bisa menjadi carang-carang yang hidup dari Pokok Anggur. Dan buah yang dihasilkan oleh Kristus akan dihasilkan oleh semua pengikutNya. Setelah persatuan ini dibentuk, ia dapat dipelihara hanya oleh upaya terus-menerus, yang sungguh-sungguh, tak kenal lelah. Kristus menggunakan kuasaNya untuk memelihara dan menjaga ikatan suci ini, dan orang berdosa yang bergantung, tak berdaya mesti melakukan bagiannya dengan energy yang tak kenal lelah, atau Setan oleh kuasa kejamnya, yang licik akan memisahkan dia dari Kristus.“Tiap orang Kristen mesti terus berjaga-jaga, menjaga tiap jalan masuk ke jiwa dimana Setan bisa menemukan jalan masuk. Dia mesti berdoa bagi pertolongan ilahi dan pada waktu yang sama secara tegas melawan tiap kecondongan untuk berbuat dosa. Oleh semangat dan keberanian, oleh iman, oleh kerja tekun, dia bisa menang Tapi biarlah dia ingat bahwa untuk memperoleh kemenangan Kristus mesti tinggal dalam dia dan dia dalam Kristus.”—Testimonies for the Church, vol. 5, p. 47.b. Bagaimana Paulus menggemakan penjelasan Yakobus mengenai vitalitas rohani dalam kehidupan orang Kristen? Roma 6:6–11.“Pikiran-duniawi, cinta diri, dan ketamakan cinta uang sedang menghabisi kerohanian dan kehidupan umat Tuhan.”—Ibid., vol. 1, p. 141.“Kita perlu jauh lebih banyak iman dan lebih banyak pengabdian menyala-nyala. Kita perlu mematikan ego diri kita, dan dalam pikiran dan hati menghargai kasih sayang bagi Juruselamat kita. Ketika kita akan mencari Tuhan dengan segenap hati kita akan menemukan Dia, dan hati kita akan bersinar dengan kasihNya. Cinta diri akan tenggelam menjadi tak penting, dan Yesus akan menjadi segalanya dan dalam segalanya pada jiwa. . . .“Kita mesti datang mendekat pada Tuhan. Kita mesti menjadi para pekerja bersama dengan Dia, kalau tidak maka kelemahan dan kesalahan-kesalahan akan kelihatan dalam semua yang kita lakukan.”—Ibid., vol. 6, p. 51. 55
5. ISTIRAHAT UNTUK BERDOA TENANG Kamis 5 Desember
a. Apa jaminan dan permohonan yang harus bergema pada setiap kita dalam perang melawan kecondongan jahat kita sendiri? Kolose 3:1–3; Yakobus 4:8, 9.“Mustahil bagi siapapun untuk memahami kebenaran sementara masih cinta dunia. Dunia datang di antara mereka dan Tuhan, dan menggelapkan penglihatan dan menumpulkan kepekaan hingga tingkat sedemikian rupa sehingga musykil bagi mereka untuk memahami hal-hal sacral/suci. Tuhan memanggil orang-orang demikian: ‘Bersihkan tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa; dan sucikan hatimu, hai kamu yang mendua hati. Tapi mereka tak bisa melayani Tuhan dan mammon. Mereka adalah orang-orang dengan dua pikiran, cinta dunia dan kehilangan semua rasa kewajiban mereka pada Tuhan, dan namun mengaku sebagai para pengikut Kristus. Mereka bukan satu hal juga bukan hal lain. Mereka akan kehilangan kedua dunia kecuali mereka membersihkan tangan mereka dan menyucikan hati mereka melalui penurutan kepada prinsip-prinsip kebenaran yang murni.”—Testimonies for the Church, vol. 1, pp. 530, 531.b. Apa yang tejadi ketika kita berlutut di hadapan Tuhan dalam kerendahan hati? Mazmur 34:18; 1 Petrus 5:6, 7.“Jika sekarang kamu merendahkan hatimu di hadapan Tuhan, dan mengakui kesalahan-kesalahanmu, dan kembali padaNya dengan sepenuh maksud hati, keluargamu masih bisa menjadi keluarga yang bahagia. Jika kamu tidak mau melakukan ini, tapi memilih caramu sendiri, maka tamatlah kebahagiaanmu.”—Ibid., vol. 2, p. 304.
PERTANYAAN ULANGAN PRIBADI Jumat 6 Desember
1. Secara mendalam menyelidiki motif-motif batin saya, dalam bidang-bidang apa saya bisa jadi hipokrit/pura-pura/munafik?2. Sebutkan beberapa cara oleh mana kata-kata kita terlalu sering salah menggambarkan Kristus.3. Dalam arti apa iri hati adalah penyangkalan iman yang serius—dan menghina Tuhan?4. Mengapa saya perlu mematikan ego diri agar hidup dalam Kristus?5. Bagaimana pelajaran ini menyimpulkan beberapa isyu/masalah nyata yang saya perlu atasi? 56