Menghadapi Godaan AYAT HAFALAN: “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).
Bacaan Dianjurkan:
Testimonies for the Church, vol. 3, pp. 477–492.
“Berbicaralah dan bertindaklah harmonis dengan doa-doamu. Ini akan membuat perbedaan tak terbatas denganmu apakah ujian akan membuktikan imanmu tulen, atau menunjukkan bahwa doa-doamu hanyalah formalitas belaka.”—Christ’s Object Lessons, p. 146.
1. SEBUAH FAKTOR PERTUMBUHAN ROHANI Minggu 13 Oktober
a. Terangkan rahasia dari bagaimana Yakobus 1:2 dapat digenapi pada kita. Nehemia 8:10.“Semua ujian yang diterima sebagai guru-guru akan menghasilkan sukacita. Seluruh kehidupan beragama akan menjadi luhur, mulia, agung, harum dengan perkataan-perkataan baik dan perbuatan-perbuatan baik. Si musuh amat senang punya jiwa-jiwa stress depresi tertekan, murung-murung, sedih putus asa dan merintih bersungut-sungut; dia hanya ingin kesan-kesan demikian dibuat mengenai efek dari iman kita. Tapi Tuhan merencanakan agar pikiran tidak akan ke level rendah. Dia rindu tiap jiwa akan menang dalam kekuatan penjagaan dari sang Penebus.”—Testimonies for the Church, vol. 6, pp. 365, 366.b. Kenapa Tuhan ijinkan ujian-ujian datang pada kita? Yakobus 1:3; Roma 5:3.“Jika kita mengalahkan/atasi ujian-ujian kita dan memperoleh kemenangan atas godaan-godaan dari Setan, maka kita menanggung ujian iman kita, yang lebih berharga dari pada emas, dan lebih kuat dan lebih baik bersiap untuk menghadapi godaan berikutnya. Tapi jika kita terjatuh dan memberi jalan pada godaan-godaan dari Setan masuk, maka kita akan makin lemah dan tidak mendapat hadiah atas ujian dan tidak akan begitu baik bersiap bagi godaan berikutnya. Dalam cara ini kita akan makin lemah dan semakin lemah, sampai kita ditawan oleh Setan untuk mengikuti kehendaknya. Kita mesti mengenakan seluruh senjata Tuhan dan bersiap kapan saja bagi konflik dengan kuasa-kuasa kegelapan.”—Early Writings, p. 46. 15
2. HASIL-HASIL YANG LEBIH BAIK DARIPADA YANG KITA BAYANGKAN Senin 14 Oktober
a. Terangkan keuntungan-keuntungan dari melatih kesabaran. Yakobus 1:4; Lukas 21:19.“Tuhan itu terlalu bijaksana dan baik untuk menjawab doa-doa kita selalu tepat pada waktu dan tepat ikuti cara yang kita rindukan. Dia akan melakukan lebih dan lebih baik bagi kita daripada mengikuti semua keinginan kita. Dan karena kita bisa percaya pada hikmatNya dan kasihNya, kita tak boleh memintaNya untuk mengikuti kehendak kita, tapi kita harus berusaha masuk mengikuti dan menyelesaikan maksudNya. Kerinduan kita dan kepentingan kita harus hilang dalam kehendakNya. Pengalaman-pengalaman ini yang menguji iman adalah untuk keuntungan kita. Dengannya dinyatakan apakah iman kita asli dan tulus, bergantung pada firman Tuhan saja, ataukah bergantung pada keadaan-keadaan, yang tak pasti dan berubah-ubah. Iman dikuatkan oleh latihan. Kita mesti membiarkan kesabaran melakukan pekerjaannya yang sempurna, seraya mengingat bahwa ada janji-janji berharga dalam Kitab Suci bagi mereka yang menantikan Tuhan.”—The Ministry of Healing, p. 231.b. Bagaimana dan mengapa Yakobus menunjukkan kita gambaran yang lebih besar daripada hanya pandangan kuasa dan kemakmuran sementara di dunia yang korup ini? Yakobus 1:9–11.“Pada waktu ini, sebelum krisis besar terakhir, seperti sebelum kebinasaan dunia ini yang pertama, orang-orang diserap dalam kepelesiran dan mencari kesenangan duniawi. Asyik-masyuk dengan yang kelihatan dan sementara, mereka kehilangan pandangan pada yang tak kelihatan dan kekal. Demi hal-hal yang akan binasa yang mereka terus pakai, mereka mengorbankan harta yang tak bisa binasa. Pikiran mereka perlu diluhurkan, pandangan mereka mengenai kehidupan perlu diperluas. Mereka perlu dibangunkan dari tidur impian duniawi.“Dari kemunculan dan kejatuhan bangsa-bangsa seperti diterangkan dalam halaman-halaman Tulisan Suci, mereka perlu belajar betapa tak bernilai cuma kemuliaan lahiriah dan duniawi. Babilonia, dengan semua kuasa dan keagungannya, yang dunia kita tak pernah lihat sejak saat itu—kuasa dan kegemilangan yang bagi bangsa itu waktu itu kelihatannya begitu stabil dan bertahan—betapa komplit ia telah berlalu! Seperti ‘kembang rumput’ ia telah binasa. Begitu juga binasa semua yang tak punya Tuhan sebagai dasarnya. Hanya apa yang terikat dengan maksud-maksudNya dan menyatakan karakterNya yang bisa bertahan. Prinsip-prinsipNya adalah satu-satunya hal-hal yang bertahan yang dunia kita kenal.”—Education, p. 183.“Harta duniawi hanya sekejap sirna. Cuma melalui Kristus kita dapat memperoleh harta kekal.”—The Review and Herald, December 10, 1901. 16
3. SENGITNYA PEPERANGAN Selasa 15 Oktober
a. Dalam menghadapi godaan, apa yang kita mesti doakan, dan mengapa? Yakobus 1:12.“Buang semua kepura-puraan dan sok aksi. Jadilah dirimu yang sederhana, alamiah. Jujurlah dalam setiap pemikiran dan perkataan dan perbuatan, dan ‘dalam kerendahan hati biarlah masing-masing menganggap orang lain lebih baik daripada diri mereka sendiri.’ Selalu ingat bahwa sifat moral perlu diperkuat dengan terus berjaga dan berdoa. Selama kamu pandang pada Kristus; kamu aman; tapi saat kamu pikirkan pengorbanan-pengorbanan dan kesulitan-kesulitanmu, dan mulai bersimpati dan memanjakan dirimu, kamu kehilangan percayamu pada Tuhan dan berada dalam bahaya besar.”—Testimonies for the Church, vol. 4, p. 522.“Kita harus bergerak maju terus, jangan pernah putus asa atau kehilangan harapan dalam perbuatan baik, apapun ujian-ujian yang menghadang di jalan kita, apapun kegelapan moral yang bisa meliputi kita. Kesabaran, iman, dan kasih pada kewajiban adalah pelajaran-pelajaran yang kita mesti pelajari. Menaklukkan diri sendiri dan pandang pada Yesus adalah pekerjaan tiap hari. Tuhan tak akan pernah meninggalkan jiwa yang percaya pada Dia dan mencari bantuanNya. Mahkota kehidupan hanya ditaruh di atas alis sang pemenang.”—Ibid., vol. 5, pp. 70, 71.b. Kenapa salah, berkata bahwa Tuhan yang kirim ujian-ujian dan godaan-godaan? Yakobus 1:13.“Kita tak boleh mencoba mengurangi kesalahan kita dengan membolehkan dosa. Kita mesti menerima estimasinya Tuhan soal dosa, dan bahwa dosa itu benar-benar berat. Kalvari saja bisa menyatakan besarnya kengerian dosa. . . .“Godaan adalah bujukan untuk berbuat dosa, dan godaan tidak berasal dari Tuhan, tapi dari Setan dan dari kejahatan hati kita sendiri. ‘Tuhan tidak bisa digoda dengan kejahatan, dan Dia Sendiri tidak menggoda manusia.’ Yakobus 1:13, R.V.“Setanlah yang berupaya membawa kita ke dalam godaan, agar kejahatan karakter kita dapat dinyatakan di hadapan orang-orang dan para malaikat, agar dia bisa menuntut kita sebagai miliknya. . . . Si musuh memimpin kita ke dalam dosa, dan kemudian menuduh kita di hadapan semesta surgawi sebagai tak layak menerima kasih Bapa.”—Thoughts From the Mount of Blessing, pp. 116, 117.c. Ketika si penuduh menyerang karakter kita yang bernoda, bagaimana Tuhan membela kita? Zakharia 3:1–4; 1 Yohanes 1:9, 10; 2:1.
4. KEKUATAN TUHAN DALAM KERAPUHAN KITA Rabu 16 Oktober
a. Terangkan kalimat dalam doa Bapa kami dari Tuhan kita, “Jangan bawa kami ke dalam pencobaan/godaan.” Matius 6:13 (bagian pertama); Yesaya 30:21.“[Tuhan] mengijinkan kita menghadapi rintangan, aniaya, dan kesukaran, bukan sebagai satu kutuk, tapi sebagai berkat terbesar dalam hidup kita. Tiap godaan yang dilawan, tiap ujian yang ditanggung dengan gagah berani, memberi kita pengalaman baru dan memajukan kita dalam pekerjaan pembangunan karakter. Jiwa yang melalui kuasa ilahi melawan godaan menyatakan kepada dunia dan kepada semesta surgawi daya guna dari kasih karunia Kristus.“Tapi sementara kita jangan tawar hati oleh ujian, walau pahit, kita harus berdoa agar Tuhan tidak akan mengijinkan kita dibawa dimana kita akan ditarik oleh kerinduan hati kita sendiri yang jahat. Dalam mempersembahkan doa yang Kristus telah berikan, kita menyerahkan diri kita sendiri pada bimbingan Tuhan, dan memintaNya memimpin kita di jalan-jalan yang aman. Kita tidak bisa mempersembahkan doa ini dalam ketulusan, dan namun memutuskan untuk berjalan di jalan apa saja pilihan kita sendiri. Kita akan menunggu tanganNya memimpin kita. . . .“Tak aman bagi kita untuk terus merenungkan keuntungan-keuntungan yang diraih melalui menyerah kepada anjuran-anjuran Setan. Dosa berarti aib dan bencana pada tiap jiwa yang bermanja dalam dosa; tapi dosa membutakan dan menyesatkan dalam sifatnya, dan dosa akan membujuk kita dengan penyampaian yang memuji-muji. Jika kita ambil resiko ke daerahnya Setan maka kita tak punya jaminan perlindungan dari kuasanya. Sejauh terletak dalam kuasa kita, kita harus menutup tiap jalan oleh mana si penggoda bisa menemukan jalan masuk kepada kita.“Doa, ‘Janganlah bawa kami ke dalam godaan,’ doa itu sendiri adalah sebuah janji.”—Thoughts From the Mount of Blessing, pp. 117, 118.b. Apa permohonan dan jaminan Tuhan pada kita mengenai godaan? Yakobus 1:14–16; 1 Korintus 10:13.“Apa itu godaan/cobaan? Godaan adalah alat/sarana oleh mana mereka yang mengaku sebagai anak-anak Tuhan diuji dan dicobai. Kita baca bahwa Tuhan mencobai Abraham, bahwa Dia mencobai anak-anak Israel. Ini berarti bahwa Dia mengijinkan keadaan terjadi untuk menguji iman mereka dan memimpin mereka untuk mencari Dia demi pertolongan. Tuhan mengijinkan godaan datang pada umatNya hari ini agar mereka bisa menyadari bahwa Dia adalah penolong mereka. Jika mereka mendekat kepadaNya ketika mereka digoda, Dia menguatkan mereka untuk menghadapi godaan.”—In Heavenly Places, p. 251. 18
5. UJIAN-UJIAN DALAM PERSPEKTIF Kamis 17 Oktober
a. Untuk tinggal dalam Kristus dan dengan demikian dilepaskan dari godaan, apa yang kita mesti selalu pilih? Lukas 4:8; Filipi 1:21.“Si penggoda tak pernah bisa memaksa kita untuk berbuat jahat. Dia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran diserahkan kepada kendalinya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya pada Kristus, sebelum Setan bisa menggunakan kuasanya pada kita. Tapi tiap kerinduan berdosa yang kita manjakan memberi dia satu tempat berpijak. Tiap point dimana kita gagal memenuhi standard ilahi adalah satu pintu terbuka melalui mana dia bisa masuk untuk menggoda dan membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mencela Kristus.”—The Desire of Ages, p. 125.b. Apa yang harus memotivasi/mendorong kita untuk maju terus menuju kemenangan dalam Kristus? Filipi 4:13; Wahyu 2:10 (bagian akhir); 3:21.“Dia yang diilhami dengan Roh Kristus tinggal dalam Kristus. Pukulan yang ditujukan padanya menimpa Juruselamat, yang mengelilingi dia dengan hadiratNya. Apapun yang datang kepadanya datang dari Kristus. Dia tak perlu melawan kejahatan, karena Kristus adalah pertahanannya yang melawan kejahatan. Tiada apapun yang bisa menyentuhnya kecuali atas ijin Tuhan kita, dan ‘segala sesuatu’ yang diijinkan ‘bekerja bersama-sama untuk kebaikan mereka yang mengasihi Tuhan.’ Roma 8:28.”—Thoughts From the Mount of Blessing, p. 71.“Mahkota kehidupan hanya dikenakan di atas alis dari sang pemenang. Ada, bagi tiap orang, pekerjaan sungguh, khidmat untuk Tuhan selama hayat dikandung badan.”—Testimonies for the Church, vol. 5, p. 71.
PERTANYAAN ULANGAN PRIBADI Jumat 18 Oktober
1. Apa yang saya perlu aktif ingat di kali berikut saat ujian sulit datang di jalan saya?2. Apa yang saya mesti sadari tentang cara Tuhan menjawab doa saya?3. Dari mana ujian dan godaan datang, dan mengapa?4. Apa yang terjadi kapan saja kita melawan godaan?5. Bagaimana saya akan tinggal lebih komplit dalam Kristus? 19