Back to top

Sabbath Bible Lessons

Pelajaran dalam Surat Yakobus

 <<    >> 
Sabat, 28 Desember, 2024 Pelajaran 13
Bertahan oleh Iman AYAT HAFALAN: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16).
Bacaan Dianjurkan:   The Ministry of Healing, pp. 225–233; 
  Testimonies for the Church, vol. 3, pp. 271–293. 
“Doa yang sederhana, sungguh-sungguh akan menyelamatkan jiwa dari kematian, dan pengakuan dosa dan penggantian rugi akan menutupi banyak dosa.”—The Review and Herald, December 16, 1902.

1. PENGHARAPAN Minggu 22 Desember
a. Atas sifat baik Ayub yang secara khusus diakui—dan ini katakan apa pada kita tentang Tuhan? Yakobus 5:11. “[Tuhan] menanti dengan kasih yang tak kenal lelah untuk mendengarkan pengakuan anak yang hilang dan menerima penyesalan mereka. Dia memperhatikan bagi suatu kembalinya syukur dari kita, seperti ibu memperhatikan senyum pengakuan dari anak kekasihnya. Dia ingin kita mengerti betapa sungguh-sungguh dan lembut hatiNya merindukan kita. Dia mengundang kita untuk membawa ujian-ujian kita pada simpatiNya, duka kita kepada kasihNya, luka kita kepada penyembuhanNya, kelemahan kita kepada kekuatanNya, kekosongan kita kepada kepenuhanNya. Tak akan pernah seorangpun dikecewakan yang telah datang kepadaNya. ‘Mereka memandang kepadaNya, dan dilegakan; dan wajah mereka tidak dipermalukan.’“Mereka yang mencari Tuhan secara rahasia menceritakan pada Tuhan kebutuhan mereka dan memohon pertolongan, tidak akan memohon dengan sia-sia.”—Thoughts From the Mount of Blessing, pp. 84, 85. b. Bagaimana Yakobus menggemakan kata-kata Kristus mengenai kejujuran? Yakobus 5:12; Matius 5:37. “Segala sesuatu yang orang Kristen lakukan harus terbuka/transparan seperti terang sinar matahari.”—Ibid.,p.68. 67

2. IMAN VS. KELANCANGAN Senin 23 Desember
a. Jika menderita sakit, bagaimana dan kenapa kita disemangati untuk datang pada sang Pemberi hidup yang agung? Yakobus 5:13–15; Mazmur 103:1–3. “Tuhan sama relanya mau menyehatkan orang sakit sekarang ini seperti ketika Roh Kudus membicarakan kata-kata ini melalui pemazmur. Dan Kristus adalah tabib/dokter yang sama berbelas kasihannya sekarang seperti Dia selama pelayananNya di bumi. Pada Dia ada balsem penyembuhan untuk setiap penyakit, memulihkan kekuatan bagi setiap penyakit. Murid-muridNya pada saat ini harus berdoa bagi orang sakit sesungguh-sungguh seperti murid-murid dulu telah berdoa. Dan penyembuhan akan mengikuti; karena ‘doa iman akan menyembuhkan orang sakit.’ Kita punya kuasa Roh Kudus, ketenangan asuransi iman, yang bisa menuntut janji-janji Tuhan. Janjinya Tuhan, ‘mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."’ (Markus 16:18), adalah bisa dipercaya sekarang seperti pada zaman para rasul.”—The Ministry of Healing, p. 226. b. Pada keseimbangan apa kita mesti sadari ketika mencari kesehatan/kesembuhan? Mazmur 66:18. “Kita tak pantas mendapat belas kasihannya [Tuhan], tapi sementara kita memberikan diri kita kepadaNya, Dia menerima kita. Dia akan bekerja bagi dan melalui mereka yang mengikuti Dia.“Tapi hanya ketika kita hidup dalam penurutan kepada firmanNya dapatlah kita menuntut penggenapan janji-janjiNya. . . . Jika kita memberikan padaNya hanya penurutan sebagian, setengah hati, janji-janjiNya tak akan digenapi pada kita.”—Ibid., p. 227.“Cara dimana Kristus telah bekerja adalah kabarkan firman, dan melegakan penderitaan oleh pekerjaan mujizat kesembuhan. Tapi saya diinstruksikan bahwa kita tak bisa sekarang bekerja dalam cara ini; karena Setan akan menggunakan kuasanya dengan mengerjakan mujizat-mujizat. Para pelayan Tuhan hari ini tak bisa bekerja dengan sarana mujizat-mujizat, karena pekerjaan-pekerjaan penyembuhan palsu, yang mengaku sebagai ilahi, akan dikerjakan.“Karena alasan ini Tuhan telah menandai satu cara dimana umatNya harus memajukan pekerjaan penyembuhan fisik yang dikombinasikan dengan pengajaran firman. Rumah sakit-rumah sakit harus didirikan, dan dengan lembaga-lembaga ini harus dihubungkan para pekerja yang akan memajukan pekerjaan penginjilan kesehatan yang asli. Jadi pengaruh yang menjaga disebarkan di sekitar mereka yang datang ke rumah sakit untuk pengobatan.“Inilah persediaan yang Tuhan telah buat dengan jalan mana pekerjaan penginjilan kesehatan injil harus dilakukan bagi banyak jiwa.”—Medical Ministry, p. 14. 68

3. DUA JENIS SEMANGAT YANG BERBEDA Selasa 24 Desember
a. Sebutkan satu segi vital dari kesembuhan yang sedihnya diabaikan. Yakobus 5:16. “Betapa keliru mereka yang membayangkan bahwa pengakuan dosa akan mengurangi wibawa mereka, dan mengurangi pengaruh mereka di antara sesama mereka manusia. Berpaut pada ide yang salah ini, walau melihat kesalahan-kesalahan mereka, banyak orang gagal untuk mengakuinya, tapi malahan melewatkan kesalahan-kesalahan yang mereka telah lakukan pada orang-orang lain, jadinya memahitkan hidup mereka sendiri, dan membayangi hidup orang-orang lain. Tidak akan melukai wibawamu untuk mengakui dosa-dosamu. Buang wibawa palsu ini. Jatuhlah pada Batu dan hancur, dan Kristus akan memberimu wibawa asli dan surgawi. Biarlah tiada kesombongan, harga diri, atau kebenaran diri sendiri yang menahan siapapun dari mengakui dosanya, agar dia dapat menuntut janji. ‘Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.’ (Amsal 28:13). Jangan tahan apapun dari Tuhan, dan jangan lalaikan pengakuan kesalahan-kesalahanmu kepada saudara-saudaramu. ‘Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh’ (Yakobus 5:16). Banyak kali satu dosa yang dibiarkan tidak diakui akan menghadapi orang berdosa pada hari perhitungan terakhir; jauh lebih baik untuk menghadapi dosa-dosamu sekarang dan membuangnya, sementara Korban yang menebus dosa memohon demi kepentinganmu. Jangan gagal belajar kehendak Tuhan dalam hal ini. Kesehatan jiwamu dan keselamatan orang-orang lain bergantung pada jalan yang kamu tempuh dalam soal ini.”—Selected Messages, bk. 1, pp. 326, 327. b. Ketika peduli atas kemurtadan rohani dari bangsanya, apa tindakan yang Elia ambil—dan bagaimana Tuhan memelihara dia? 1 Raja-Raja 17:1–3. “Dalam penderitaan jiwa [Elia] mencari Tuhan untuk menahan bangsa yang dulunya-diperkenankan dalam langkah jahat mereka, untuk mengunjungi mereka dengan pehukuman, jika diperlukan, agar mereka bisa dipimpin untuk melihat dalam terang sebenarnya jauhnya mereka dari Surga. Dia rindu melihat mereka dibawa kepada pertobatan sebelum mereka akan pergi sedemikian jauh dalam berbuat jahat sehingga memprovokasi Tuhan untuk membinasakan mereka sama sekali. . . .“Kepada Elia dipercayakan misi untuk menyampaikan kepada Ahab pesan pehukuman dari Surga. . . . Di istana dia tidak mohon ijin untuk masuk, juga tak menunggu untuk diberitahukan secara formal. Berpakaian pakaian biasa yang biasanya dikenakan oleh para nabi pada waktu itu, dia melewati para penjaga, tampaknya tak diperhatikan, dan berdiri selama sesaat di hadapan raja yang tercengang.”—Prophets and Kings, pp. 120, 121. 69

4. BELAJAR DARI ELIA Rabu 25 Desember
a. Kenapa doa-doanya Elia pada Tuhan untuk membangunkan bangsanya yang murtad diberikan sebagai contoh untuk kita? Yakobus 5:17. “Permohonan-permohonan yang sering diulangi, teguran-teguran, dan peringatan-peringatan telah gagal untuk membawa Israel kepada pertobatan. Waktunya telah tiba ketika Tuhan mesti berbicara kepada mereka dengan alat pehukuman. Sejauh ini para penyembah Baal menuntut bahwa berkat-berkat dari surga, embun dan hujan, bukan datang dari Jehovah, tapi dari kekuatan alam yang berkuasa, dan bahwa itu melalui energy kreatif dari matahari sehingga bumi diperkaya dan dibuat menghasilkan secara limpah, kutuk dari Tuhan akan menimpa secara parah pada tanah yang dicemari. Suku-suku Israel yang murtad harus ditunjukkan kebodohannya percaya pada kuasa Baal untuk berkat-berkat sementara. Sampai mereka akan kembali pada Tuhan dengan pertobatan, dan mengakuiNya sebagai sumber dari semua berkat, tak akan turun embun juga hujan pada tanah ini.”—Prophets and Kings, p. 120. b. Setelah Israel membaharui kembali kesetiaan mereka pada Tuhan, bagaimana doa-doanya Elia kembali menjadi contoh bagi kita? Yakobus 5:18; 1 Raja-Raja 18:39–45. “Enam kali [Elia] berdoa sungguh, dan namun tiada tanda bahwa permohonannya dikabulkan, tapi dengan iman yang kuat dia mendesakkan permohonannya pada tahta rahmat. Sekiranya dia telah menyerah dalam patah semangat pada waktu berdoa keenam kalinya, doanya tak akan dijawab, tapi dia bertekun sampai jawaban datang. Kita punya satu Tuhan yang telinganya tidak tertutup pada permohonan kita; dan jika kita membuktikan firmanNya, Dia akan menghormati iman kita. Dia ingin kita punya semua kepentingan kita dipadukan dengan kepentinganNya, dan kemudian Dia bisa secara aman memberkati kita; karena kita kemudian tidak akan ambil kemuliaan pada diri kita ketika berkat adalah milik kita, tapi akan memberikan semua kepujian kepada Tuhan. Tuhan tidak selalu menjawab doa-doa kita pada waktu pertama kali kita memanggilNya; karena sekiranya Dia melakukan ini, kita bisa menerima begitu saja bahwa kita punya hak atas semua berkat dan perkenan yang Dia berikan pada kita. Alih-alih menyelidiki hati kita untuk melihat jika ada kejahatan yang dimanjakan oleh kita, jika ada dosa yang dimanjakan, kita akan menjadi sembarangan, dan gagal untuk menyadari ketergantungan kita padaNya, dan kebutuhan kita pada pertolonganNya.“Elia telah merendahkan dirinya dan hatinya sampai dia berada dalam kondisi dimana dia tak akan mengambil kemuliaan untuk dirinya sendiri. Inilah kondisi dimana Tuhan mendengarkan doa, karena dengan demikian kita akan memberikan pujian kepadaNya.”—The SDA Bible Commentary [E. G. White Comments], [E. G. White Comments]vol. 2, pp. 1034, 1035. 70

5. MEMPERLUAS KELEMAHLEMBUTAN SERUPA KRISTUS Kamis 26 Desember
a. Di tengah-tengah kekecewaan yang dilemparkan pada kita oleh orang-orang cacat tabiat di dunia yang sudah jatuh ini, dengan permohonan terakhir apa Yakobus menutup suratnya pada kita? Yakobus 5:19, 20. “Jangan berikan kesempatan pada orang yang bersalah untuk patah semangat. Jangan biarkan satu kekerasan orang Farisi untuk datang masuk dan melukai saudaramu. Biarlah tak ada ejekan pahit muncul dalam pikiran atau hatimu. Biarlah tiada nada hinaan dinyatakan dalam suaramu. Jika kamu mengucapkan kata-katamu sendiri, jika kamu ambil sikap tak peduli, atau menunjukkan curiga atau tak percaya, itu bisa membuktikan kebinasaan satu jiwa. Dia perlu satu saudara dengan hati simpati dari Saudara Sulung untuk menyentuh hati manusianya. Biarlah dia merasakan jabatan kuat dari satu tangan yang bersimpati, dan mendengarkan bisikan, marilah kita berdoa. Tuhan akan memberikan pengalaman yang limpah pada kamu berdua. Doa menyatukan kita dengan satu sama lain dan dengan Tuhan. Berdoa membawa Yesus ke samping kita, dan memberi kepada jiwa yang goyah, yang bingung, kekuatan baru untuk mengalahkan dunia, daging, dan setan. Doa menghalau serangan-serangan dari Setan.“Ketika seorang berpaling dari ketaksempurnaan manusia untuk memandang Yesus, satu perubahan ilahi terjadi dalam karakter. Roh Kristus bekerja pada hati untuk menyesuaikannya dengan citraNya. Kemudian biarlah menjadi upayamu untuk meninggikan Yesus. Biarlah mata pikiran diarahkan pada ‘Anak Domba Bapa, yang memikul dosa dunia. Yohanes 1:29. Dan sementara kamu terlibat dalam pekerjaan ini, ingatlah bahwa ‘dia yang mentobatkan orang berdosa dari kesalahan jalannya, akan menyelamatkan satu jiwa dari kematian, dan akan menutupi banyak dosa.’ Yakobus 5:20. . . .“Dalam pengampunannya Tuhan hati orang yang bersalah ditarik mendekat pada hati agung dari Kasih Yang Tak Terbatas. Gelombang pasang kasih ilahi mengalir ke dalam jiwa orang berdosa, dan darinya mengalir kepada jiwa-jiwa orang-orang lain.”—Christ’s Object Lessons, pp. 250, 251.

PERTANYAAN ULANGAN PRIBADI Jumat 27 Desember
1. Pada saat-saat apa dalam hidup saya, saya telah melihat rahmatnya Tuhan yang limpah pada saya? 2. Dalam cara-cara apa saya bisa bersalah menjadi lancang mengenai kesehatan saya? 3. Bagaimana doanya Elia demi kepentingan bangsanya telah dijawab? 4. Kenapa Elia perlu berdoa begitu banyak kali supaya hujan turun? 5. Pada siapa saya harus punya lebih banyak sikap berbelas kasihan, dan mengapa?
 <<    >>