Iman dalam Aksi/Tindakan AYAT HAFALAN: “Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” (Yakobus 2:20).
Bacaan Dianjurkan:
Early Writings, pp. 226–228, 269–273.
“Sementara perbuatan-perbuatan baik tidak akan menyelamatkan bahkan satu jiwa pun, tapi musykil bahkan bagi satu jiwa pun untuk diselamatkan tanpa perbuatan-perbuatan baik.”—Faith and Works, p. 111.
1. IMAN DAN TELADAN Minggu 3 November
a. Mengapa mutlak penting untuk hidup harmonis sepenuhnya dengan iman yang kita akui? 1 Korintus 4:9; 1 Yohanes 5:3; Yakobus 2:14.“Biarlah tak seorangpun menipu dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa mereka bisa menjadi suci sementara dengan sengaja melanggar salah satu persyaratanNya. Melakukan satu dosa yang sudah diketahui mendiamkan suara kesaksian Roh Kudus dan memisahkan jiwa dari Tuhan.”—The Great Controversy, p. 472.“Kesaksian hidup seseorang mengumumkan kepada dunia apakah dia benar atau tidak mengikuti iman yang dia akui. Kelakuan kamu mengurangi hukum Tuhan dalam penaksiran dari teman-teman duniawimu. Ia berkata pada mereka: ‘Kamu bisa atau tidak bisa menuruti perintah-perintahNya. Saya yakin bahwa hukum Tuhan adalah, dalam sikap, mengikat pada manusia; tapi, setelah semuanya, Tuhan tidak sangat tertentu tentang penurutan ketat pada petunjuk-petunjuknya, dan pelanggaran sesekali tidak dikunjungi dengan kekerasan dari pihakNya.’“Banyak orang memaafkan dirinya karena melanggar Sabat dengan merujuk pada contoh kamu. Mereka beralasan bahwa jika begitu baik seseorang, yang mempercayai hari ketujuh adalah Sabat, bisa terlibat dalam pekerjaan duniawi pada hari itu ketika keadaan kelihatan memintanya, tentu mereka bisa melakukan hal yang sama tanpa hukuman. Banyak jiwa akan menghadapimu dalam pengadilan, menyatakan bahwa pengaruhmu menjadi alasan bagi ketidaktaatan mereka pada hukum Tuhan. Walau ini tidak akan menjadi permintaan maaf atas dosa mereka, namun ini akan berbicara secara mengerikan terhadap kamu.”—Testimonies for the Church, vol. 4, p. 250. 31
2. SURGA DAN BUMI SEDANG MENYAKSIKAN Senin 4 November
a. Apa contoh yang Yakobus berikan untuk menggambarkan kemunafikan dari bicara kosong tanpa aksi/tindakan? Yakobus 2:15–17.“Khotbah paling fasih yang dapat dikhotbahkan mengenai hukum Sepuluh Perintah adalah melakukannya. Penurutan harus menjadi kewajiban pribadi. Lalai pada kewajiban ini adalah dosa yang menyolok. Tuhan memberi kita kewajiban bukan hanya untuk mengamankan surga bagi diri kita sendiri tapi untuk merasakannya sebagai kewajiban yang mengikat untuk menunjukkan pada orang lain caranya dan, melalui perhatian kita dan kasih kita yang tanpa kepentingan, akan memimpin kepada Kristus mereka yang datang dalam ruang lingkup pengaruh kita. Tiadanya satu prinsip yang menandai kehidupan dari banyak orang yang mengaku Kristen adalah menggelisahkan. Pengabaian mereka pada hukum Tuhan mematahkan semangat mereka yang mengakui tuntutan sucinya dan condong membalikkan mereka dari kebenaran yang kalau tidak begitu mereka akan menerima kebenaran.”—Testimonies for the Church, vol. 4, p. 58. [Huruf miringnya penulis.]b. Percaya tulen pada Kristus artinya apa sebenarnya? Yakobus 2:18; Matius 6:24.“Tuhan telah berbicara, dan Dia bermaksud agar manusia akan patuh. Dia tidak bertanya jika ini nyaman bagi manusia untuk melakukan demikian. Tuhan kehidupan dan kemuliaan tidak berkonsultasi dengan kenyamananNya atau kesenanganNya ketika Dia meninggalkan pos komando raja untuk menjadi manusia derita dan akrab dengan duka, menerima aib dan mati demi melepaskan manusia dari akibat ketidaktaatannya. Yesus telah mati, bukan untuk menyelamatkan manusia dalam dosa-dosanya, tapi dari dosa-dosanya. Manusia harus meninggalkan kesalahan dari jalan-jalannya, mengikuti teladan Kristus, memikul salibnya dan mengikuti Dia, menyangkal diri, dan menuruti Tuhan berapapun ongkosnya. . . .“Jika kita adalah para pelayan Tuhan yang asli, tak akan ada pertanyaan dalam pikiran kita tentang apakah kita akan menuruti perintah-perintahNya atau berkonsultasi dengan kepentingan sementara kita. Jika para pemercaya dalam kebenaran tidak ditopang oleh iman mereka pada hari-hari yang relative damai ini, apa yang akan menopang mereka ketika ujian besar datang dan dekrit muncul terhadap semua mereka yang tak mau menyembah patung binatang dan menerima tandanya di dahi mereka atau di tangan mereka? Periode khidmat ini tidak jauh. Alih-alih menjadi lemah dan tidak tegas, umat Tuhan harus mengumpulkan kekuatan dan semangat untuk masa kesukaran.”—Ibid., pp. 250, 251. [Huruf miringnya Penulis.] 32
3. BELAJAR DARI ABRAHAM Selasa 5 November
a. Dari kondisi rohani yang mengerikan apakah kita secara khidmat diperingatkan? Yakobus 2:19.“Banyak orang mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia, tapi pada waktu yang sama mereka menjauhkan diri mereka dari padaNya, dan gagal bertobat dari dosa-dosa mereka, gagal menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Iman mereka hanyalah persetujuan pikiran dan pertimbangan pada kebenaran; tapi kebenaran tidak dibawa ke dalam hati, agar kebenaran dapat menyucikan jiwa dan mengubah karakter.”—Selected Messages, bk. 1, pp. 389, 390.“Kamu bisa mempercayai semua kebenaran; namun jika prinsip-prinsipnya tidak dilakukan dalam hidupmu, pengakuanmu tidak akan menyelamatkan kamu. Setan percaya dan gemetar. Dia tahu waktunya singkat, dan dia telah turun dalam kuasa besar untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahatnya sesuai dengan imannya. Tapi yang mengaku umat Tuhan tidak mendukung iman mereka oleh perbuatan mereka. Mereka percaya pada singkatnya waktu, namun memegang sungguh-sungguh pada harta dunia ini seakan-akan dunia ini akan berdiri seribu tahun dari sekarang.”—Testimonies for the Church, vol. 2, p. 161.b. Bagaimana kita bisa dimotivasi oleh teladan Abraham? Roma 4:1–3; Yakobus 2:20–22.“Abraham mempercayai Tuhan. Bagaimana kita tahu bahwa dia percaya Tuhan? Perbuatan-perbuatannya membuktikan karakter imannya, dan imannya diperhitungkan kepadanya sebagai orang benar.“Kita perlu iman Abraham pada zaman kita, untuk menerangi kegelapan yang mengelilingi kita, yang menutupi terang indah surya kasih Tuhan, dan mengerdilkan pertumbuhan rohani. . . . Tiap kewajiban yang dilakukan, tiap korban yang dibuat dalam nama Yesus, membawa hadiah besar berlimpah. Dalam justru tindakan kewajiban, Tuhan berbicara dan memberikan berkatNya.”—The SDA Bible Commentary [E. G. White Comments], [E. G. White Comments]vol. 7, p. 936.“Manusia dibenarkan oleh iman, tapi dihakimi dan diganjar sesuai dengan perbuatannya.”—The Signs of the Times, November 20, 1884.“Kebenaran Kristus terdiri dari tindakan-tindakan yang benar dan perbuatan-perbuatan baik yang berasal dari motif-motif yang murni, tidak mementingkan diri.”—Testimonies for the Church, vol. 3, p. 528.“Melakukan perintah-perintah Tuhan meminta dari kita perbuatan-perbuatan baik, penyangkalan diri, pengorbanan diri, dan pengabdian demi kebaikan orang lain, bukan hanya perbuatan baik kita saja yang bisa menyelamatkan kita, tapi bahwa kita pasti tidak dapat diselamatkan tanpa perbuatan-perbuatan baik. Setelah kita melakukan semua yang mampu kita lakukan, kita lalu berkata: Kita telah melakukan tak lebih dari kewajiban kita, dan yang kita lakukan yang terbaik maka kita adalah pelayan-pelayan yang tak menguntungkan, tak layak mendapat perkenan terkecil dari Tuhan. Kristus mesti menjadi kebenaran kita dan mahkota kegembiraan kita.”—Ibid., p. 526. 33
4. KATA-KATA PENYEMANGAT Rabu 6 November
a. Terangkan bagaimana pola kehidupan Abraham harus dipantulkan dalam hidup kita sebagai para pemercaya pada Kristus. Kejadian 26:5; Yakobus 2:23, 24.“Perbuatan-perbuatan baik adalah buah-buah dari iman. Sementara Tuhan bekerja dalam hati, dan manusia menyerahkan kehendaknya kepada Tuhan, dan bekerjasama dengan Tuhan, dia mengerjakan dalam kehidupan apa yang Tuhan kerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, dan ada harmoni antara tujuan hati dan praktek kehidupan. Tiap dosa mesti ditinggalkan sebagai hal yang dibenci yang telah menyalibkan Tuhan kehidupan dan kemuliaan, dan si pemercaya mesti punya pengalaman kemajuan oleh terus melakukan perbuatan-perbuatan Kristus. Adalah oleh terus penyerahan kehendak, oleh penurutan terus, sehingga berkat dari pembenaran dipertahankan.“Mereka yang dibenarkan oleh iman mesti punya hati untuk menuruti jalan Tuhan. Adalah bukti bahwa seseorang tidak dibenarkan oleh iman ketika perbuatan-perbuatannya tidak sepadan dengan pengakuannya. Yakobus berkata, ‘Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.’(Yakobus 2:22). “Iman yang tidak menghasilkan perbuatan-perbuatan baik tidak membenarkan jiwa.”—Selected Messages, bk. 1, p. 397.b. Kenapa semua yang bersaksi pada orang kafir hari ini bisa disemangati oleh bagaimana Rahab, si pelacur, disebut sebagai orang yang Tuhan benarkan? Yakobus 2:25; Ibrani 11:31.“Di Yerikho yang jahat ada kesaksian tentang perempuan kafir, ‘sebab TUHAN, Allahmu, ialah Elohim di langit di atas dan di bumi bawah.’ Yosua 2:11. Pengetahuan tentang Jehovah yang dengan demikian datang padanya, membuktikan keselamatannya. . . . Dan pertobatannya bukanlah satu kasus terisolasi tentang belas kasihan Tuhan kepada para penyembah berhala yang mengakui kuasa ilahiNya.”—Prophets and Kings, p. 369.“Semua orang yang, seperti Rahab orang Kanaan, dan Rut orang Moab, berbalik dari penyembahan berhala untuk menyembah Tuhan yang benar, untuk menyatukan diri mereka dengan umat pilihanNya.”—Christ’s Object Lessons, p. 290.“Pekerjaan besar harus dilakukan di kota-kota kita, dan ladang-ladang semuanya matang untuk panenan. Perhatian kita akan diarahkan pada tiap arah, karena jiwa-jiwa yang bertobat di negeri-negeri Kristen dan kafir akan mengangkat suara mereka demi pertolongan. Mesti tiada satu unsur untuk angkat diri puji diri sendiri; satu-satunya keamanan kamu adalah percaya pada Tuhan.”—The General Conference Bulletin, April 1, 1895. 34
5. KUNCI-KUNCI PADA KEMENANGAN Kamis 7 November
a. Terangkan bagaimana kita bisa punya kemenangan dalam Kristus. Yakobus 2:26; 2 Petrus 1:3, 4.“Penting untuk punya iman pada Yesus, dan percaya kamu diselamatkan melalui Dia; tapi ada bahaya dalam mengambil posisi yang banyak orang ambil dalam berkata, ‘Saya sudah diselamatkan. Banyak orang berkata: ‘Kamu mesti melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan kamu akan hidup’; tapi terpisah dari Kristus tak seorangpun bisa melakukan perbuatan-perbuatan baik. Banyak orang sekarang berucap, ‘Percaya, percaya saja, dan hidup.’ Iman dan perbuatan pergi bersama-sama, terus percaya dan terus berbuat dipadukan. Tuhan meminta dari jiwa sekarang tidak kurang, daripada yang Dia telah minta dari Adam di Firdaus sebelum dia jatuh—penurutan yang sempurna, kebenaran yang tak bernoda. Persyaratan Tuhan di bawah perjanjian kasih karunia adalah seluas seperti persyaratan yang Dia buat di Firdaus—harmonis dengan hukumNya, yang suci, dan adil, dan baik. . . . Biarlah tak seorangpun mengambil khayalan yang begitu menyenangkan bagi hati alami, bahwa Tuhan akan menerima ketulusan, tak peduli apa bisa jadi imannya, tak peduli betapa tak sempurna hidupnya. Tuhan meminta dari anakNya penurutan yang sempurna.“Agar memenuhi persyaratan hukum, iman kita mesti memegang kebenaran Kristus, menerimanya sebagai kebenaran kita. Melalui persatuan dengan Kristus, melalui penerimaan kebenaranNya oleh iman, kita bisa dilayakkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, untuk menjadi para pekerja bersama Kristus. Jika kamu rela mengikuti arus kejahatan, dan tidak bekerjasama dengan agen-agen surgawi dalam mencegah pelanggaran dalam keluarga kamu, dan dalam gerejamu, supaya kebenaran kekal dapat dibawa ke dalam, kamu tidak punya iman. Iman berbuat karena kasih dan menyucikan jiwa. Melalui iman Roh Kudus bekerja dalam hati untuk menciptakan kesucian dalam hati; tapi ini tak bisa dilakukan kecuali agen manusia mau bekerja dengan Kristus. . . . Agar kita bisa punya kebenaran Kristus, kita perlu tiap hari diubahkan oleh pengaruh Roh Kudus, untuk menjadi partisipan sifat ilahi.”—Selected Messages, bk. 1, pp. 373, 374.
PERTANYAAN ULANGAN PRIBADI Jumat 8 November
1. Dalam mengaku mentaati hukum Tuhan, apa yang saya mesti sadari mengenai pengaruh saya?2. Apa yang Surga minta dari para pemercaya Kristen?3. Kenapa Abraham sering disebut sebagai bapa orang beriman?4. Di antara kenalan-kenalanmu, siapa yang bisa berakhir seperti Rahab yang bertobat?5. Bagaimana saya akan punya pengalaman orang Kristen yang berkemenangan? 35