Back to top

Sabbath Bible Lessons

Kepentingan Nubuatan

 <<    >> 
SABAT, MEI 23, 2026 PELAJARAN 8
Nabi Patmos AYAT HAFALAN: “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.” (Yohanes 13:23).
Cadangan Bacaan:   The Acts of the Apostles, pp. 539–556
“Setelah kenaikan Kristus, Yohanes tampil sebagai seorang pekerja yang setia dan ber-sungguh-sungguh bagi Guru.” —The Acts of the Apostles, p. 546.

1. MURID YANG DIKASIHI YESUS AHAD , 17 MEI
a. Apakah contoh-contoh yang menunjukkan kedekatan murid Yohanes dengan Yesus? Matius 17:1; Markus 14:33; Lukas 8:51. “[Yohanes] kelihatannya telah menikmati persahabatan paling menonjol dengan Kristus, dan dia menerima banyak tanda keyakinan dan kasih Juruselamat. Dia adalah salah satu daripada tiga orang yang diizinkan untuk menyaksikan kemuliaan Kristus di gunung perubahan fizikal dan pender-itaan-Nya di Getsemani, dan kepada pemeliharaan-Nyalah Tuhan kita menyerahkan kepada ibu-Nya pada saat-saat terakhir penderitaan di atas kayu salib.” —The Acts of the Apostles, p. 539. b. Bagaimanakah Yohanes dibezakan di antara murid-murid? Yohanes 13:23; 21:20 (baha-gian pertama), 24. “Yohanes dan Yakobus, Andreas dan Petrus, dengan Filipus, Natanael, dan Matius, telah lebih rapat hubungannya dengan Dia daripada yang lain, dan telah menyaksikan lebih banyak muk-jizat-Nya. Petrus, Yakobus, dan Yohanes mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. Mereka hampir selalu bersama-Nya, menyaksikan mukjizat-Nya, dan mendengar firman-Nya. Yo-hanes semakin mendekatkan diri kepada Yesus, sehingga dia dikenal sebagai orang yang dikasihi Yesus. Juruselamat mengasihi mereka semua, tetapi roh Yohaneslah yang paling mudah menerima. Dia lebih muda daripada yang lain, dan dengan kepercayaan yang lebih tulus dari seorang anak, dia membuka hatinya kepada Yesus. Dengan demikian, dia semakin bersimpati kepada Kristus, dan me-lalui dia pengajaran rohani Juruselamat yang paling mendalam disampaikan kepada umat-Nya.” —The Desire of Ages, p. 292.

2. SIFAT BERUBAH ISNIN , 18 MEI
a. Apakah kepentingan nama yang Yesus berikan kepada Yohanes dan saudaranya Yako-bus? Markus 3:17. “Yohanes pada awalnya tidak mempunyai sifat-sifat yang menarik yang kemudiannya terbuka (terbongkar) melalui pengalamannya. Secara semula jadi dia mempunyai kelemahan yang serius. Dia bukan sahaja sombong, berpendirian teguh, dan bercita-cita tinggi untuk kehormatan, tetapi bertindak tidak sabar, dan pendendam bila terluka. Dia dan saudaranya disebut ‘anak-anak guruh.’ Bersifat pemarah, suka membalas dendam, suka mengkritik, semuanya ada dalam diri murid yang dikasihi itu. Namu disebalik semua ini, Guru ilahi melihat hati yang bersemangat, tulus dan penuh kasih. Yesus menegur sifat mementingkan diri sendiri, mengecewakan cita-citanya, menguji imannya. Namun Dia menyingkap kepadanya apa yang dirindukan jiwanya—keindahan kekudusan, kuasa kasih yang mengubah.” —The Acts of the Apostles, p. 540. b. Bagaimanakah Yohanes mempelajari cara baru untuk berhubungan dengan orang lain? Yohanes 13:34; 1 Yohanes 4:7, 8. “Pelajaran Kristus, yang menekankan tentang kelemahlembutan, kerendahan hati dan kasih sebagai hal penting untuk pertumbuhan dalam kasih karunia dan kesesuaian untuk pekerjaan-Nya, adalah sangat berharga bagi Yohanes. Dia menghargai setiap pelajaran dan sentiasa berusaha untuk menyelaraskan hidupnya dengan pola (teladan) ilahi. Yohanes mula melihat kemuliaan Kristus—bukan kemegahan dan kekuasaan duniawi yang selama ini diajarkan kepadanya untuk berharap, tetapi ‘kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.’ Yohanes 1:14.” —Ibid., p. 544. c. Jelaskan hasil hati yang penuh kasih kepada sesama kita. 1 Yohanes 3:10, 11; Yohanes 13:35. “Kedalaman dan semangat cinta kasih Yohanes kepada Gurunya bukanlah penyebab kasih Kristus kepadanya, tetapi akibat dari kasih itu. Yohanes rindu menjadi seperti Yesus, dan di bawah pengaruh kasih Kristus yang mengubah hidupnya, ia menjadi lemah lembut dan rendah hati. Dirinya telah tersembunyi dalam Yesus. Di atas semua sahabatnya, Yohanes menyerahkan dirinya kepada kuasa kehidupan yang menakjubkan. . . . Yohanes mengenal Juruselamat melalui pengetahuan secara langsung (ujikaji). Pelajaran-pelajaran Gurunya terukir pada jiwanya. Ketika dia bersaksi ten-tang kasih karunia Juruselamat, bahasa sederhananya penuh dengan ungkapan kasih yang meresap ke seluruh jiwanya.” —Ibid., pp. 544, 545.

3. DIBUANG KE PATMOS SELASA , 19 MEI
a. Setelah tindakan untuk membunuh Yohanes tidak berhasil ke mana dia akhirnya dihantar? Wahyu 1:9. “Yohanes telah . . . dipanggil ke Rom untuk diadili kerana imannya. Di sini di hadapan pihak berkuasa, ajaran-ajaran rasul telah disalahfahamkan. Saksi-saksi palsu menuduhnya mengajarkan ajaran sesat yang menghasut. Dengan tuduhan-tuduhan ini, musuh-musuhnya berharap dapat membawa kematian kepada murid itu.“Yohanes menjawab sendiri dengan cara yang jelas dan meyakinkan, dan dengan kesederhanaan dan kejujuran sedemikian sehingga kata-katanya mempunyai pengaruh yang kuat. Para pendengarnya kagum dengan kebijaksanaan dan kefasihannya. Tetapi semakin meyakinkan kesaksiannya, semakin mendalam kebencian para penentangnya. . . .“Yohanes dilemparkan ke dalam kuali berisi minyak yang mendidih; tetapi Tuhan memelihara nyawa hamba-Nya yang setia, sama seperti Dia memelihara tiga orang Ibrani di dalam tungku perapian. Ketika kata-kata itu diucapkan, Demikianlah binasa semua orang yang percaya kepada penipu itu, Yesus Kristus dari Nazaret, Yohanes menyatakan, Guruku dengan sabar menanggung segala tipu daya Iblis dan malaikat-malaikatnya yang dirancang untuk mempermalukan dan menyeksa Dia. Dia memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan dunia. Saya merasa berbahagia kerana diizinkan menderita demi Dia. . . .“Kata-kata ini mempunyai pengaruh, dan Yohanes dikeluarkan dari kuali oleh orang-orang yang telah melemparkannya ke dalam. . .“Atas perintah maharaja, Yohanes dibuang ke Pulau Patmos. . . .“Di sini, musuh-musuhnya berfikir, pengaruhnya tidak lagi dapat dirasakan, dan pada akhirnya dia harus mati dalam kesusahan dan penderitan.” —The Acts of the Apostles, pp. 569, 570. b. Apakah keistimewaan berharga yang diperolehinya dari pembuangannya? Wahyu 1:1–3, 10, 11. “Patmos, sebuah pulau yang tandus dan berbatu di Laut Aegean, telah dipilih oleh pemerintah Rom sebagai tempat pengasingan bagi para pelaku kejahatan; tetapi bagi hamba Tuhan tempat tinggal yang suram ini menjadi gerbang surga. Di sini, terpencil dari suasana kehidupan yang sibuk, dan dari segala pekerjaan aktif pada tahun-tahun sebelumnya, dia mempunyai persekutuan dengan Tuhan dan Kristus serta para malaikat surgawi, dan daripada mereka dia menerima pentunjuk bagi gereja untuk sepanjang masa yang akan datang. Peristiwa-peristiwa yang akan berlaku di akhir sejarah bumi ini telah diterangkan di hadapannya; dan di sana dia menuliskan penglihatan-penglihatan yang diterimanya daripada Tuhan.” —Ibid., pp. 570, 571.

4. PERTEMUAN DENGAN KRISTUS RABU , 20 MEI
a. Bagaimanakah Kristus menampakkan diri kepada Yohanes dalam penglihatan di Patmos? Wahyu 1:12–16. “[Pengikut yang dikasihi] telah melihat Gurunya di Getsemani, wajah-Nya ditandai dengan titisan darah penderitaan, ‘wajah-Nya . . . buruk bukan seperti manusia lagi, dan tampak-Nya bukan seperti anak manusia lagi.’ Yesaya 52:14. Dia telah melihat-Nya di tangan para tentera Rom, berpakaian jubah ungu tua dan dimahkotai duri. Dia telah melihat-Nya tergantung di salib Kalvari, menjadi sasaran ejekan dan penghinaan yang kejam. Kini Yohanes sekali lagi diizinkan untuk melihat Tuhannya. Namun betapa berubahnya penampilan-Nya! Dia bukan lagi Seorang yang penuh Kesengsaraan, dihina dan dihindari orang. Dia mengenakan jubah terang surgawi. . . . Patmos menjadi gemerlap dengan kemuliaan Tuhan yang telah dibangkitkan.” —The Acts of the Apostles, p. 582. b. Apakah reaksi Yohanes, dan apakah tugas yang diberikan Yesus kepadanya? Wahyu 1:17–19. “Yohanes dikuatkan untuk hidup di hadapan Tuhannya yang dimuliakan. Kemudian sebelum penglihatannya yang menakjubkan dibuka, kemuliaan surga terungkap. Dia diizinkan untuk melihat takhta Tuhan dan, melihat melampaui konflik (pertentangan) dunia, untuk melihat kerumunan orang-orang yang ditebus yang berjubah putih. Dia mendengar muzik para malaikat surgawi dan nyanyian kemenangan mereka yang telah menang oleh darah Anak Domba dan firman kesaksian mereka. Dalam wahyu yang diberikan kepadanya, terungkap peristiwa demi peristiwa yang sangat menarik tentang pengalaman umat Tuhan, dan sejarah gereja dinubuatkan hingga akhir zaman. Dalam bentuk gambar dan simbol, hal-hal yang sangat penting telah disampaikan kepada Yohanes, yang harus dia catat, agar umat Tuhan yang hidup pada zamannya dan pada zaman-zaman mendatang dapat mempunyai pemahaman yang cerdas tentang bahaya dan konflik yang di hada-pan mereka.” —Ibid., pp. 582, 583. c. Bagaimanakah kitab Wahyu menjadi perkabaran bagi kita secara peribadi? Wahyu 1:4–6; 3:22. “Kitab wahyu ini diberikan untuk bimbingan dan penghiburan gereja sepanjang zaman Kekris-tianan. Namun para guru agama menyatakan bahawa itu adalah kitab yang dimeteraikan dan ra-hasianya tidak dapat dijelaskan. Kerana itu banyak orang telah berpaling dari catatan kenabian, menolak meluangkan masa dan mempelajari rahasia-rahasianya. Tetapi Tuhan tidak menghendaki umat-Nya menganggap kitab seperti itu.” —Ibid., p. 583.

5. HADIRAT KRISTUS PASTI KHAMIS , 21 MEI
a. Apakah makna penglihatan tentang Kristus di antara tujuh kaki dian emas? Wahyu 1:20. “Kristus digambarkan berjalan di tengah-tengah kaki dian emas. Demikianlah dilambangkan hubungan-Nya dengan gereja-gereja. Dia sentiasa berkomunikasi dengan umat-Nya. Dia mengetahui keadaan sebenar mereka. Dia memerhatikan ketertiban mereka, kesalehan mereka, pengabdian mereka. Walaupun Dia adalah imam besar dan pengantara di bait suci di surga, namun Dia digambarkan berjalan naik turun di tengah-tengah gereja-gereja-Nya di bumi. Dengan berjaga tanpa lelah dan kewaspadaan tanpa henti-hentinya, Dia memerhati untuk melihat apakah terang dari salah satu penjaga-Nya malap atau padam. Jika lilin-lilin itu diserahkan kepada penjagaan manusia semata-mata, nyala api yang berkelip-kelip akan menjadi malap dan mati; tetapi Dia adalah penjaga sejati di rumah Tuhan, pengawas sejati di pelataran bait suci. Pemeliharaan dan kasih karunia-Nya yang berterusan adalah sumber kehidupan dan terang.” —The Acts of the Apostles, p. 586. b. Jelaskan tujuan perkabaran Tuhan kepada gereja secara keseluruhan, yang digam-barkan oleh tujuh gereja dalam Wahyu pasal 2 dan 3. “Nama-nama tujuh gereja adalah melambangkan gereja dalam tempoh yang berbeza Era Kristian. Angka 7 menunjukkan kesempurnaan, dan merupakan simbol fakta bahawa perkabaran-perkabaran itu menjangkau hingga akhir zaman, sementara simbol-simbol yang digunakan mengungkapkan keadaan gereja pada masa yang berbeza dalam sejarah dunia.” —Ibid., p. 585.“Gereja itu cacat dan memerlukan teguran dan hukuman yang keras, dan Yohanes diilhamkan untuk mencatatkan perkabaran-perkabaran tentang amaran dan teguran serta permohonan kepada mereka yang, mengabaikan prinsip-prinsip dasar Injil, seharusnya tidak membahayakan harapan keselamatan mereka. Namun kata-kata teguran yang menurut Tuhan perlu disampaikan selalu diucapkan dalam kasih yang lembut dan dengan janji perdamaian bagi setiap orang percaya yang bertobat.” —Ibid., p. 587.

SOALAN-SOALAN SEMAKAN PERIBADI JUMAAT , 22 MEI
1. Walaupun Yesus tidak mempunyai murid yang digemari, mengapa Yohanes dipanggil murid yang dikasihi? 2. Apakah yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan dan sifat Yohanes? 3. Bagaimanakah Tuhan mengaggalkan rencana orang-orang jahat yang cuba menying-kirkan Yohanes? 4. Walaupun sering tersilap disebut sebagai kitab yang dimeterai, apakah makna Wahyu bagi kita? 5. Jelaskan tujuan Tuhan menyampaikan perkabaran teguran kepada gereja-Nya.
 <<    >>